Tutup Iklan
Rekam Jejak Pramono Edhie Wibowo, dari Prajurit Hingga Elite Demokrat
Ketua BPOKK Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo tampil dalam pembukaan Musda Ke-2 DPD Partai Demokrat Jateng, di Kota Semarang, Jumat (15/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Solopos.com, JAKARTA – Mantan KSAD Pramono Edhie Wibowo yang meninggal dunia pada Sabtu (13/6/2020) malam memiliki rekam jejak sebagai tokoh elite di TNI Angkatan Darat (AD). Kabar meninggalnya adik dari Ani Yudhoyono itu dikonfirmasi oleh politikus Partai Demokrat Rachlan Nashidik.

Dia mengatakan, Pramono meninggal pada pukul 19.43 WIB di RS Cimacan, Cianjur karena serangan jantung.

KA Tegal Ekspres ke Jakarta Dibuka, Penumpang Wajib Pakai Lengan Panjang

“Innalillahi wainailaihi rojiun, telah meninggal dunia malam ini Bapak Pramono Edhie Wibowo di RS Cimacan. Informasi selanjutnya akan disampaikan kemudian,” tulis Rachlan dalam pesan singkatnya, Sabtu (13/6/2020).

Rekam jejak Pramono Edhie Wibowo bisa dengan mudah ditelusuri dari keluarganya. Adapun, Pramono merupakan anak dari Sarwo Edhie Wibowo yang merupakan tokoh penting dalam penumpasan Gerakan 30 S PKI.

Pramono Edhie Wibowo Meninggal Dunia karena Serangan Jantung

Pramono terlahir di Magelang, Jawa Tengah pada 6 Mei 1955. Terlahir dari ayah seorang prajurit TNI membuatnya tak lepas dari di dunia yang kental dengan militer.

Hal itu membuatnya tertarik untuk masuk ke dunia militer. Dia pun memutuskan mendaftarkan diri di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) pada 1980. Tak berselang lama, rekam jejak militernya mulai menunjukkan muncul setelah Pramono Edhie Wibowo didapuk sebagai perwira grup I Kopassandha.

Jenderal Pramono Edhie Wibowo Ipar SBY Meninggal Dunia

Tiga tahun berselang, dia ditunjuk sebagai Komandan Kompi 112/11 grup Kopassandha. Keputusannya untuk melanjutkan pendidikannya di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat pun membuahkan hasil. Pada 1996 dia ditunjuk sebagai perwira intel operasi Grup I Kopassus.

Ajudan Megawati

Pada tahun yang sama dia naik jabatan menjadi Waki Komandan dan berlanjut menjadi Komandan pada 1998. Karier Pramono Edhie Wibowo pun kembali melesat setelah dia ditunjuk sebagai ajudan Presiden Megawati Soekarno Putri pada 2001.

Tempat Parkir di Sragen Disulap Jadi Laboratorium Rapid Test Covid-19

Empat tahun berselang, dia terpilih menjadi Wakil Danjen Kopassus dan pada 2007 ditunjuk untuk menjabat Kasdam IV/Diponegoro. Tak lama kemudian dia pun dipilih sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD selama 2008-2009. Selanjutnya pada 2009 dia terpilih sebagai Pangkostrad Pangdam III Siliwangi.

Puncak karier militer Pramono Edhie Wibowo pun berlanjut pada 2011 ketika menjadi Kepala Staf Angkatan Darat. Setelah menjajaki dunia militer, dia pun beralih ke dunia politik dengan bergabung dengan partai yang dipimpin kakak iparnya yakni Susilo Bambang Yudhoyono yaitu Partai Demokrat.

Akhirnya Yuri Akui Rasio Tes Covid-19 Indonesia Rendah, Jauh dari Malaysia

Dia pun sempat masuk dalam daftar konvensi capres Partai Demokrat pada 2014, lantaran kalah dari Dahlan Iskan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho