Bupati Sragen Yuni Sukowati (kiri) kaget saat ditawari bayam satu ikat senilai Rp15.000 di Pasar Bunder Sragen, Jumat (15/11/2019). (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menanggapi santai terkait kabar dirinya akan menjadi calon bupati (cabup) berpasangan dengan Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sragen Mukafi Fadli sebagai calon wakil bupati (cawabup) pada Pilkada Sragen 2020.

Yuni yang mendaftar sebagai cabup lewat PDIP tidak menyoal munculnya isu-isu pemasangan dengan tokoh atau politikus lain di luar PDIP. “Biarkan saja. Ada isu-isu [berkembang] dan berbeda itu supaya ada suasana kalau Sragen memang bersiap menghadapi Pilkada 2020. Kalau tidak ada berita yang berbeda begitu kok kesannya adem ayem saja," jelas Yuni saat ditemui wartawan di Rumdin Bupati Sragen, Selasa (28/1/2020).

Yuni mengaku menanggapinya dengan semangat. Namun, dia mengingatkan apa pun itu keputusan di internal PDIP itu ada di tangan DPP. Kader partai harus tunduk dan patuh meski punya harapan, doa, dan keinginan sendiri.

Jadwal Pemadaman Listrik Solo dan Sragen, Rabu (29/1/2020)

Putri mantan Bupati Sragen Untung Wiyono itu justru meminta isu yang berkembang tidak hanya Yuni-Mukafi tetapi bisa saja Yuni-Endro, Yuni-Dedy, Yuni-Mualim, Yuni-Tatag, Yuni-Suroto, Yuni-Bayu, Yuni-Totok, dan Yuni-Bowo.

Selain itu, sebut dia, bisa saja isu yang muncul Dedy-Wahyu, Dedy-Sri Puryono. “Tidak masalah. Yang jelas saya tegaskan kalau Dedy-Yuni jelas tidak bisa,” ujarnya.

Kisah Pilu Rehan, Bocah SD Wonogiri Yang Terpaksa Sering Bolos Karena Urus Nenek

Pernyataan Yuni tersebut didengar langsung Wakil Bupati (Wabup) Dedy Endriyatno yang kebetulan ada bersama Yuni seusai melantik pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sragen di Pendapa Rumdin Bupati Sragen, Selasa siang.

Dedy mengaku belum bisa komentar banyak soal munculnya kabar itu. “Gara-gara berita itu banyak yang telepon ke saya,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten