Pilkada Solo 2020: Suhu Tubuh Di Atas 37,3 Derajat, Pemilih Gunakan Jalur dan Bilik Terpisah
Ketua Bawaslu Solo, Budi Wayono (kedua kiri) memaparkan hasil pengawasan Pilkada Solo 2020 saat Webinar, Senin (30/11/2020), di Studio TA TV Solo. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Berbagai persiapan dan skenario telah disiapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo terkait pelaksanaan pemungutan suara Pilkada 2020, 9 Desember mendatang.

Persiapan itu termasuk penerapan 15 hal baru sebagai dampak penyelenggaraan pilkada dalam masa pandemi Covid-19. Salah satunya setiap pemilih yang masuk tempat pemungutan suara (TPS) harus cek suhu tubuh.

Jika suhu tubuh pemilih lebih dari 37,3 derajat Celcius, pemilih tersebut akan mencoblos melalui jalur dan bilik terpisah dari pemilih lainnya. Hal baru lainnya yakni kewajiban memakai masker, face shield, sarung tangan sekali pakai, tinta diteteskan ke jari, dan lainnya.

Keras! Sanksi Denda Pelanggaran Protokol Kesehatan Sukoharjo Sampai Rp50 Juta

Hal itu terungkap saat Webinar Solo Raya Komite Pengawal Demokrasi Indonesia bertema Meningkatkan Partisipasi Masyarakat untuk Menyukseskan Pilkada Solo 2020 di Tengah Pandemi Covid-19, Senin (30/11/2020), di Studio TA TV Solo.

Hadir sebagai narasumber Ketua KPU Solo Nurul Sutarti, Ketua Bawaslu Solo Budi Wahyono, Juru Bicara Kancane Gibran Geess Imelda Yuniati, dan Ketua Harian Tim Pemenangan pasangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) Robert Hananto.

Ada juga aktivis pemantau pemilu, Nusa Aksara Daryono. Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti, menyampaikan 15 hal baru sebagai dampak pandemi Covid-19 itu harus diterapkan baik oleh pemilih maupun penyelenggara pilkada.

Total 11 Pedagang Positif Covid-19, Pemkot Solo Akhirnya Tutup Sementara Operasional Pasar Gede

Sarung Tangan

Hal-hal baru itu seperti keharusan mencuci tangan ketika mau masuk dan keluar TPS Pilkada Solo 2020. Kemudian juga pemeriksaan suhu tubuh dan penggunaan sarung tangan sekali pakai.

Selain itu pemilih wajib mengenakan masker ketika akan menyalurkan suara, tinta tanda sudah mencoblos diteteskan ke jari pemilih. KPPS mengenakan masker dan face shield serta penyemprotan disinfektan area TPS untuk sterilisasi.

Pemilih yang suhu tubuhnya melebihi 37,3 derajat Celcius menggunakan jalur dan bilik suara yang terpisah dari pemilih lain. “Petugas kami sudah rapid test. Kami juga mengimbau kepada paslon dan tim, agar saksi yang mereka tugasi juga menjalani rapid test,” katanya.

Lebar Dan Tak Lagi Semrawut, Begini Penampakan Simpang Empat Kadilangu Sukoharjo

Ketua Bawaslu Solo, Budi Wahyono, menyampaikan hal senada. Menurutnya, penyelenggara Pilkada Solo 2020 telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah persebaran Covid-19 saat pemungutan suara, 9 Desember 2020 nanti.

Masyarakat atau kelompok pemilih tidak perlu paranoid datang ke TPS untuk menyalurkan suara. “Saya pastikan penyelenggara pemungutan suara sudah memiliki bukti mereka sehat dan sudah mengikuti rapid test. Maka gunakan suaramu sebagai hak, gunakan maskermu sebagai kewajiban,” seru Budi.

Menurut Budi, Bawaslu Solo selama ini sangat ketat mengawasi penerapan protokol kesehatan tahapan Pilkada. Selain pengawasan terhadap jajaran berjenjang KPU Solo hingga setiap aktivitas politik dua pasangan cawali-cawawali Solo.

Kapolresta Solo Larang Warga Berkerumun Rayakan Malam Tahun Baru: Nekat Langsung Bubarkan!

Prosedur Pencegahan Covid-19

Sejauh pengawasan oleh jajaran Bawaslu Solo, dua pasangan cawali-cawawali Pilkada Solo 2020 dan tim pemenangannya cukup berdisiplin menerapkan protokol kesehatan. “Alhamdulillah kedua paslon patuh dengan prokes pada setiap kegiatan kampanye,” ujarnya.

Tak hanya mengawasi penerapan prokes pada jajaran penyelenggara Pilkada, yakni KPU Solo, serta dua pasangan cawali-cawawali Solo, Bawaslu Solo juga ketat memberlakukan prosedur pencegahan Covid-19. Teknisnya dengan penggunaan alat pelindung diri pada setiap kegiatan.

Polresta Solo Sebut 8 TPS Pilkada 2020 Masuk Kategori Rawan, Pengamanan Digandakan

“Kami juga sudah ikhtiar untuk tidak menularkan Covid-19. Kami kampanye pola hidup sehat, sudah beberapa kali rapid test, sekitar tiga kali. Ini bagian ikhtiar kami meyakinkan pemilih bahwa penyelenggara patuh protokol kesehatan,” tegasnya.

Budi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif mengawasi tahapan Pilkada 2020 agar benar-benar sesuai prokes, tak ada money politics, serta tak melakukan kampanye negatif.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom