Putut Gunawan (tengah) saat menyerahkan formulir Cawali-Cawawali kepada Achmad Purnomo di DPC PDIP Solo 16 sept 2019. (Nicolous Irawan/Solopos)

Solopos.com, SOLO -- Pasukan DPC PDIP Solo mengklaim sangat percaya diri menghadapi agenda Pilkada Solo 2020. Siapa pun pasangan calon wali kota/wakil wali kota yang berani melawan paslon PDIP dinilai pasti kalah dan hanya membuang buang uang.

Hal itu dikatakan Ketua PAC PDIP Banjarsari, Joko Santoso, saat dihubungi Solopos.com melalui ponsel, Minggu (13/10/2019). "Kami PDIP Banjarsari tidak takut melawan siapa pun lawan. Apakah itu pasangan calon dari jalur independen maupun paslon yang diusung gabungan partai politik. Buang-buang duit saja kalau mau melawan PDIP," tutur dia.

Joko mengingatkan pihak mana pun untuk berpikir ulang bila akan melawan paslon PDIP dalam Pilkada Solo 2020. Sebab selain peluang untuk menang tipis, melawan PDIP dalam pilkada hanya akan menambah utang.

Dia mencontohkan pertarungan politik Pilkada Solo 2015. Saat itu Banjarsari menjadi sumber suara terbanyak bagi pasangan FX. Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo dengan 54.727 suara.

"Kantung suara terbesar kami saat itu di Nusukan dan Banjarsari karena memang dua kelurahan itu penduduknya paling padat. Tapi persentase perolehan suara paling tinggi di Nusukan yang mencapai kisaran 72 persen. Sedangkan di Kadipiro hanya 55 persen. Saat itu di Kadipiro persentase kurang tinggi karena gempuran isu SARA. Isu SARA juga kuat di Banyuanyar. Tapi tahun depan tak ada isu SARA," urai dia.

Baca juga: Gibran Nekat Nyalon? Rudy: Kalau Belum Tahu Parpol Belajar Dulu!.

Terkait siapa paslon wali kota dan wakil wali kota yang akan diusung PDIP, menurut Joko tinggal menunggu rekomendasi dari DPP PDIP. Namun, DPC PDIP Solo sudah menjagokan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa. Sedangkan putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, disarankan tak mencalonkan diri pada 2020 meski sudah terdaftar sebagai anggota PDIP Solo.

Sementara itu, Ketua PAC PDIP Jebres, Honda Hendarto, mengklaim sudah memanasi mesin partai hingga tingkat anak ranting dengan rutin melakukan konsolidasi tiap bulan. Langkah itu untuk menyolidkan jajaran pengurus dari kemungkinan penggembosan.

"Kami sadar Jebres dengan populasi penduduk terbesar menjadi lumbung suara terbanyak bersana Banjarsari. Tentu kami berupaya untuk membentengi diri dari kemungkinan penggembosan. Malah sampai saat ini belum kami tangkap adanya upaya-upaya itu. Seluruh jajaran kompak dengan semangat patriotisme mensosialisasikan pasangan Purnomo-Teguh," ujar dia.

Baca juga: Mega Bintang: Gibran Nyalon Pilkada Solo karena Dorongan Jokowi.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten