Pandemi Covid-19, JNE Komitmen Bantu UMKM
Tangkapan layar webinar Solopos bekerja sama dengan JNE bertajuk Menyongsong Kenormalan Baru: UMKM Kuat Ekonomi Bangkit, Rabu (5/8/2020). (Solopos/Farida Trisnaningtyas)

Solopos.com, SOLO — Perusahaan ekspedisi JNE berkomitmen untuk terus membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) baik sebelum maupun saat berada di masa pandemi Covid-19.

Hal ini tak terlepas dari banyaknya para pelaku UMKM yang terdampak adanya wabah Covid-19 baik langsung maupun tidak langsung. Hal ini dipaparkan Kepala JNE Solo, Bambang Widiatmoko, dalam webinar bertajuk Menyongsong Kenormalan Baru: UMKM Kuat Ekonomi Bangkit bersama Solopos, Rabu (6/8/2020).

“Kami di JNE selalu konsen terhadap UMKM. Kegiatan kami selalu melibatkan mereka, sesuai dengan tagline kami, Connecting Happiness. Sejak kami berdiri hinga sekarang kami berusaha membawa kebahagiaan,” ujarnya.

Bambang menjelaskan pelanggannya sebagian besar adalah pelaku UMKM. Menurutnya, jumlah UMKM di Solo dan sekitarnya ini tumbuh signifikan. Ia mencontohkan pada 2019 pelanggan JNE berbasis UMKM mengalami pertumbuhan sebesar 10%.

Yey! Mbah Slamet Klaten yang Tinggal di Kandang Ayam Bakal Dibangunkan Rumah

Ia mengakui pada 2020 sejak adanya pandemi Covid-19 banyak UMKM yang terkena dampak wabah ini baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan demikian, pelanggannya dari sektor ini menurun lantaran usaha mereka terimbas Covid-19.

Hal ini terutama UMKM yang bergerak di bidang makanan dan pakaian atau fesyen. Meskipun begitu, ada pula UMKM yang bisa bertahan di kondisi sekarang ini.

Menurutnya, tantangan juga sempat dihadapi JNE sebagai perusahaan ekspedisi khususnya di masa awal pandemi Covid-19. Kendalanya adalah dalam hal delivery atau pengiriman.

Banyaknya jalan kampung yang ditutup oleh masyarakat mengganjal pengiriman ekspedisi. Begitu pula dengan maskapai penerbangan yang sempat dihentikan oleh Pemerintah beberapa waktu lalu.

Yakin Lolos, Ini Strategi Bajo Untuk Debat Melawan Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

“Ini tantangan kami bisa mengantarkan buat pelanggan, meski waktu yang kami tempuh menjadi lebih lama dari seharusnya,” imbuhnya.

Di sisi lain, JNE Solo patut berbangga sejak berdiri pada 1999 dan sampai hari ini masih tetap eksis di Solo dan sekitarnya. Bahkan, performa Cabang Solo ini memeroleh achievment yang bagus tiga kali berturut-turut dari kantor pusat. Pihaknya berharap masyarakat puas dengan layanan yang diberikan oleh kantornya.

Layanan JNE kini juga berkembang pesat. Salah satu yang paling diminati pelanggan adalah JNE Trucking (JTR). Ada pula e-fullfilment, yakni layanan yang memudahkan para seller mengatur usaha mereka. Dengan demikian, seller cukup fokus pada transaksi, sementara stok dan pengiriman ditangani JNE.

Di samping itu, JNE memiliki sebanyak 45.000 karyawan di seluruh Indonesia dan didukung dengan 11.000 armada baik truk, van, atau pun sepeda motor. Selain itu, JNE telah mempunyai 7.115 cabang maupun konter sales di berbagai daerah.

“Sejak ada Covid-19 sampai saat ini tidak ada pengurangan pegawai. Kami barangkali salah satu dari sekian bidang usaha yang bisa bertahan. Di masa pandemi Covid-19 masyarakat kian banyak menggunakan jasa kiriman. Meskipun demikian, kami juga memberlakukan protokol pencegahan Covid-19,” katanya.

Ngeri! Belasan Kecelakaan Terjadi di Tol KM 541 Sragen, Ternyata Dekat Kuburan

Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah, Ema Rachmawati, berharap pertumbuhan perekonomian Jawa Tengah tidak sampai anjlok minus di bawah nol. Maka dari itu, Agustus ini menjadi titik balik bersama-sama supaya ekonomi Jawa Tengah bergerak lagi.

“Perekonomian Jawa tengah tumbuh minus Juli [-2,6%]. Mudah mudahan pertumbuhan tidak sampai anjlok minus di bawah nol. Tidak dapat dipungkiri UMKM menjadi salah satu sektor yang paling terdampak wabah ini,” ujarnya.

Dari pendataan yang dilakukan Dinkop UKM Jateng, dampak ini berakibat pada penurunan aset UMKM hingga 13,66%. Sedangkan terjadi penurunan omzet hingga 46,2% dan tenaga kerja hingga 30,56%.

“Teman-teman [UMKM] harus kolaborasi dan inovatif. Di masa sekarang ini jangan ogah untuk masuk e-commerce,” ujarnya.

518 Kecelakaan Terjadi di Jateng Selama Operasi Patuh Candi 2020

Owner Gudang Kamera Solo, Joko Porwono, menambahkan di masa sekarang ini pemasaran usaha paling efisien adalah secara online menggunakan internet.

“Ketika teman-teman punya produk sudah dijual online atau belum? Ini akan mengurangi biaya pemasaran yang harus bikin brosur, dan sebagainya. Selain itu, dengan online jualan kita lebih ada targetnya serta komunikasi juga lebih interaktif,” paparnya.

Menurutnya, jualan platform marketplace juga alangkah baiknya dicoba. Begitu pula jualan produk melalui media sosial. Media sosial yang paling efisien untuk jualan adalah Facebook. Hal ini karena orang indonesia suka bersosialisasi.

Inspiratif! Guru di SDN 3 Sukoharjo Wonogiri Tanam Sayuran di Sekolah

Selanjutnya baru disusul Instagram. Akan tetapi, jika suka bernarasi atau pun deskripsi, berjualan melalui sarana blog juga bisa dimanfaatkan.

“Kalau lewat marketplace, teman-teman UMKM bisa membuat promo tambahan,” jelas Ketua DPC Gradasi (Generasi Digital Indonesia) ini.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom