Pandemi Covid-19 Bikin Kota Semarang Kehilangan Rp1,1 Triliun
Monumen Tugu Muda yang menjadi saksi kemerdekaan di Kota Semarang. (Instagram—Semarang)

Solopos.com, SEMARANG – Selama empat bulan lebih pandemi Covid-19, Kota Semarang mengalami dampak yang sangat signifikan dari sektor perekonomian.

Pemasukan atau pendapatan dari sektor pajak di Ibu Kota Jawa Tengah itu menurun drastis. Bahkan, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyebut Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah kehilangan pemasukan mencapai Rp1,1 triliun selama pandemi Covid-19.

Hal itu diungkapkan wali kota yang akrab disapa Hendi itu, Jumat (7/8/2020). Hendi mengatakan sumber pendapatan yang hilang itu mayoritas berasal dari sektor pariwisata.

Anak-Anak Jenuh, Bulan Depan Bupati Karanganyar Jajal Sekolah Tatap Muka

“Kota Semarang saat ini telah bertranformasi sebagai kota pariwisata. Akibat pandemi, mengalami perlambatan laju ekonomi dengan sepinya hotel, restoran, hiburan, serta tempat wisata. Alhasil, pajak daerah yang masuk pun turun drastis,” ujar Hendi.

Tak hanya kehilangan pemasukan triliunan rupiah, pandemi Covid-19 juga membuat Pemkot Semarang harus menunda sejumlah proyek pembangunan.

Kendati demikian, Hendi optimistis Kota Semarang bisa beradaptasi dengan perubahan aktivitas, sehingga perekonomiannya bisa kembali bangkit.

Tak Lagi Zona Hijau, Satgas Covid-19 Izinkan Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning

Namun, hal itu bisa terlaksana jika seluruh masyarakat memberikan dukungan. Salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

“Kita sekarang ada di wilayah pandemi Covid-19. Sebagian orang percaya jika virus ini berbahaya, sebagian meyakini sebagai konspirasi. Tapi, apa pun itu sejak virus merebak saya melihat dengan mata kepala sendiri kalau virus ini tidak boleh dianggap remeh,” ujar Hendi.

Sementara itu dengan sisa anggaran yang ada saat ini, Hendi mengaku telah membuat skala prioritas pada sarana umum dan tempat ibadah.

Kemah Berlatar Pemandangan Semarang, Mawar Camp Area Tempatnya…

“Mohon maaf jika pembangunan fisik di Kota Semarang sedikit terhambat tahun ini. Ini karena kami sepakat mempertahankan dana untuk sarana umum dan tempat ibadah,” ujarnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya


Kolom