Anak-Anak Jenuh, Bulan Depan Bupati Karanganyar Jajal Sekolah Tatap Muka
Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat memberikan pernyataan tentang melarang masyarakat Karanganyar berhalalbihalal, Senin (18/5/2020). (Solopos/Sri Sumi Handayani)

Solopos.com, KARANGANYAR--Bupati Karanganyar, Juliyatmono, berencana melakukan uji coba pembelajaran tatap muka pada September mendatang.

Salah satu pertimbangannya adalah masukan dan keluh kesah sejumlah siswa maupun orang tua siswa tentang kendala selama melaksanalan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Bahkan, Juliyatmono mengaku ada sejumlah siswa yang mengirimkan WhatsApp pada dirinya. Mereka mengeluhkan PJJ.

"September kami usahakan agar pembelajaran bisa lebih hidup. Ada kejenuhan dari anak. Mereka malah banyak yang berani dan nekat mengirim WhatsApp ke saya. Ya karena merasa kurang puas dalam penyampaian pembelajaran daring,” kata Bupati saat berbincang dengan wartawan, Jumat (7/8/2020).

PJJ Dikeluhkan, 2 Dinas di Karanganyar Ditugasi Atasi Persoalan Internet

Tetapi keputusan itu tidak bisa serta merta dilaksanakan tanpa pertimbangan dan persiapan. Ada sejumlah hal yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah satuan pendidikan yang berada di zona hijau Covid-19 diperbolehkan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Padahal, hingga hari ini, Kabupaten Karanganyar berada pada zona kuning Covid-19.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar, Nurini Retno Hartati, menyampaikan Pemkab sedang mengkaji rencana kebijakan ujicoba pembelajaran tatap muka bulan depan. Menurut dia, banyak hal yang harus dipersiapkan. Dimulai dari persiapan administrasi penyelenggaraan pendidikan tatap muka di sekolah.

"Pak Bupati beberapa waktu lalu kan menyampaikan rencana uji coba pembelajaran tatap muka pada September. Tapi, kami tetap menunggu surat edaran. Jangan lupa bahwa ada SKB Empat Menteri. Yang boleh menyelenggarakan pembelajaran tatap muka hanya wilayah yang berada di zona hijau Covid-19," tutur dia.

Masuk Sekolah Lagi, Siswa SD di Karanganyar Senang Sekaligus Takut

 

Kelompok Kecil

Tetapi, beberapa waktu lalu, Dirjen PAUD-Dikdasmen Kemendikbud, Jumeri, menyampaikan informasi PJJ tidak hanya bisa dilakukan secara daring. Melainkan, pihak sekolah bisa menyelenggarakan pembelajaran dengan kelompok kecil.

"Dengan catatan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Soal uji coba pembelajaran tatap muka pada September, akan dikoordinasikan dahulu. Digodok dulu supaya September nanti betul-betul siap. Kami harus koordinasi dengan sekolah," tuturnya.

Kemah Berlatar Pemandangan Semarang, Mawar Camp Area Tempatnya…

Saat ditanya gambaran teknis pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang akan dilaksanakan uji coba pada September itu, Nurini menyampaikan belum membahas secara detail. "Bisa jadi memang tidak bisa serentak siswa dimasukkan semua. Dijadwalkan. Lima sampai sepuluh anak. Nanti bergiliran. Kami koordinasi dulu."



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom