Musim Kemarau 2020 Diperkirakan Mulai April
Ilustrasi musim kemarau. (JIBI/Bisnis/Semarangpos.com/Dok.)

Solopos.com, JAKARTA – Musim kemarau 2020 diperkirakan bakal datang lebih cepat yaitu sekitar April. BMKG memperkirakan ada 17 persen dari 342 zona musim yang bakal mengawali musim kemarau.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan awal musim kemarau 2020 akan dimulai pada April mendatang.

Tambah 3, Ini Rincian 27 Provinsi di Indonesia dengan Pasien Corona

"Dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 17 persen diprediksi akan mengawali musim kemarau pada April 2020, yaitu di sebagian kecil wilayah Nusa Tenggara, Bali, dan Jawa," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, dilansir Antara, Kamis (26/3/2020).

Sementara untuk puncak musim kemarau diprediksi, sekitar 9,9 persen daerah Zona Musim akan memasuki puncak musim kemarau pada bulan Juli, sedangkan 64,9 persen pada bulan Agustus dan sekitar 18,7 persen pada September.

Dia menjelaskan, datangnya musim kemarau berkait erat dengan peralihan Angin Baratan atau Monsun Asia menjadi Angin Timuran atau Monsun Australia.

Cegah Virus Corona, Pawartos Kartasura Lakukan Penyemprotan Disinfektan

BMKG memprediksi peralihan angin monsun akan dimulai dari wilayah Nusa Tenggara pada April 2020, lalu wilayah Bali dan Jawa, kemudian sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi pada Mei 2020 dan akhirnya Monsun Australia sepenuhnya dominan di wilayah Indonesia pada bulan Juni hingga Agustus 2020.

Sebagian Mei 2020

Lebih lanjut dia mengatakan, sebanyak 38,3 persen wilayah akan memasuki musim kemarau pada Mei 2020, meliputi sebagian Bali, Jawa, Sumatera, dan sebagian Sulawesi.

Sementara itu, 27,5 persen di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua akan masuk awal musim kemarau di Juni 2020.

Fatwa MUI: APD Terkena Najis, Salat Wajib Diulang

Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis awal musim kemarau untuk periode 1981-2010, maka awal musim kemarau 2020 di Indonesia diprakirakan mundur pada 148 ZOM (43,3 persen), normal pada 128 ZOM (37,4 persen) dan maju pada 66 ZOM (19,3 persen).

Selanjutnya, apabila dibandingkan terhadap rerata klimatologis akumulasi curah hujan musim kemarau pada periode 1981-2010. Maka secara umum kondisi musim kemarau 2020 diprakirakan normal atau sama dengan rerata klimatologisnya pada 197 ZOM (57,65 persen).

Organda: Perantau Wonogiri dan Jepara Sudah Mudik Semua

Namun sejumlah 103 ZOM (30,1 persen), akan mengalami kondisi kemarau bawah normal atau lebih kering. Yaitu curah hujan musim kemarau lebih rendah dari rerata klimatologis dan 42 ZOM (12,3 persen) akan mengalami atas normal. Dengan akta lain lebih basah yaitu curah hujan lebih tinggi dari reratanya.

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho