Organda: Perantau Wonogiri dan Jepara Sudah Mudik Semua
Petugas kesehatan memeriksa kru bus AKAP di Terminal Induk Giri Adipura Wonogiri, Rabu (25/3/2020). (Solopos/M. Aris Munandar)

Solopos.com, JAKARTA -- Para perantau terutama dari Wonogiri dan Jepara diprediksi sudah mudik semuanya ke kampung halaman atau keluar dari Jabodetabek. Padahal, tindakan itu bertentangan dengan upaya menekan laju penularan virus corona yang terus melonjak.

Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor Di Jalan (Organda) mencatat pergerakan masyarakat mudik yang lebih tinggi dari Jakarta ke Jawa Tengah. Selain itu juga ke Jawa Timur sejak Februari 2020.

Ketua Bidang Angkutan Penumpang DPP Organda Kurnia Lesani Adnan membenarkan sejumlah masyarakat memilih pulang ke daerahnya masing-masing. Fenomena ini justru terjadi setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan kebijakan menjaga jarak (physical distancing) dan kerja dari rumah (work from home/WFH).

Update Corona Indonesia: 20 Orang Meninggal Dalam Sehari

Kebijakan tersebut berefek terhadap kegiatan belajar para siswa yang diliburkan. Sementara itu, pekerja yang terimbas situasi ini juga diliburkan. Akibatnya, warga dari berbagai daerah di Jawa Tengah khususnya perantau Wonogiri dan Jepara justru memilih mudik.

"Memang dari awal di terapkan masa Kejadian Liar Biasa terjadi pergerakan yang lebih tinggi dibandingkan dengan biasanya yakni Februari-April 2020 saat low season untuk bus AKAP [antar kota antar provinsi]," jelasnya, Kamis (26/3/2020).

Sandiaga Uno Desak Pemerintah Lockdown Jakarta

Wilayah dengan paling banyak perantau mudik adalah ke Soloraya (Wonogiri), Jepara, Kudus, Purwodadi, Blora, Madura, Jember, Banyuwangi, dan Malang.

Tak Peduli Imbauan

Pria yang akrab disapa Sani mengatakan tingkat keterisian bus sempat naik hingga 100 persen. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan musim biasanya yang hanya di kisaran 40 persen hingga 60 persen.

Tambah Lagi! Pasien Corona di Indonesia Jadi 893 Orang

Pemerintah sebenarnya sudah mengimbau untuk tidak pulang kampung dan pembatalan penyelenggaraan mudik gratis Lebaran 2020. Namun masyarakat justru meresponsnya dengan memilih melakukan perjalanan ke daerah asal sebelum hal tersebut diberlakukan.

Dia menyebutkan per Senin (23/3/2020) tingkat keterisian kembali menurun dengan kisaran 30 persen. Data tersebut menunjukkan banyak masyarakat melewati puncak masa mudik dini ke daerah asal.

Sementara itu jumlah orang Wonogiri yang mudik meningkat luar biasa.

Pangdam Jaya Sebut Pasien Corona Jakarta Bisa Sampai 8.000

"Jadi kalau untuk ke Wonogiri atau Jepara puluhan bus setiap hari itu hal yang biasa. Yang luar biasa adalah okupansi busnya meningkat pada saat low season ini, masyarakat sudah mudik semua," jelasnya.

Sumber: Bisnis/JIBI


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho