Molor, Begini Nasib Penyediaan Internet Murah di Area Blank Spot Wonogiri
Ilustrasi penggunaan internet. (Reuters)

Solopos.com, WONOGIRI — Penyediaan jaringan Internet murah di Kabupaten Wonogiri yang awalnya ditarget bisa rampung Mei tahun ini, hingga Agustus belum terealisasi.

Pemerintah Kabupaten Wonogiri meminta PT Pelangi Surya Persada atau PSP Jogja sebagai perusahaan yang digandeng lebih mendetailkan perencanaan penyediaan Internet murah terlebih dahulu.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika atau Diskominfo Wonogiri, Heru Nur Iswantoro, kepada solopos.com, belum lama ini, menyampaikan pihaknya masih berkomunikasi dengan PT Pelangi Surya Persada untuk membahas program penyediaan Internet.

Hati-Hati! Konstuksi Jalan Dekat Jembatan Nusantara Wonogiri Ambles

Dia meminta PSP lebih mendetailkan rencana penyediaan Internet di Wonogiri terlebih dahulu. Dia ingin PSP menjabarkan hal teknis secara mendetail untuk memastikan bisa tidaknya program Internet murah direalisasikan, supaya tidak gagal.

Heru menjelaskan kontur topografis Wonogiri sangat berbeda dengan daerah lain yang pernah ditangani PT PSP, seperti Kulonprogo, DIY.

Menurut Heru, karakteristik topografi wilayah blank spot di Wonogiri berada di kawasan yang membentuk seperti mangkuk karena area sekitar permukiman dikelilingi perbukitan.

Kekeringan Melanda, Warga Wonogiri Keluarkan Kocek Rp150.000 Untuk Beli Air Bersih

Rencana detail contohnya untuk mengetahui bisa tidaknya instalasi dibangun di gunung yang tanpa tersedia listrik. Perusahaan harus menjabarkan bagaimana mencari solusi atas permasalahan itu.

“Saya pernah berpikir tidak mungkin [kebutuhan anggaran untuk merealisasikan program] hanya habis Rp10 miliar-Rp20 miliar. Ini bisa habiskan ratusan miliar rupiah, karena ini harus membangun FO-nya [fiber optic] juga. Kalau hanya disalurkan melalui antarradio enggak mungkin bisa. Belum lagi misalnya instalasi di gunung. Hla listriknya dari mana? Kalau mengambil listrik dari permukiman penduduk berbahaya. Hal-hal seperti ini yang harus didetailkan PT PSP, solusinya bagaimana,” kata Heru saat dihubungi.

Mengatasi Wilayah Blank Spot

Perencanaan realisasi di wilayah seperti itu sangat penting, karena pada dasarnya penyediaan jaringan Internet di Wonogiri ini diutamakan untuk mengatasi wilayah blank spot.

Oleh karena itu perencanaan tak boleh hanya mengacu pada kondisi kawasan kota kabupaten atau kota kecamatan. Heru menyebut percuma apabila jaringan Internet yang disediakan hanya di kota.

“PT PSP saat ini baru mendapat proyek di Lombok Timur. SDM-nya [sumber daya manusia] otomatis tersedot untuk mengerjakan proyek di sana semua. Tapi kami tetap berkomunikasi,” imbuh Heru.

Masker Transparan untuk Penyandang Tuli Buatan Warga Wonogiri Banjir Order

Sambil menunggu langkah yang diambil PT PSP, Diskominfo bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau PMD masih menyiapkan badan usaha milik atau BUM desa.

Penyediaan jaringan Internet harus dibarengi kesiapan BUM desa yang direncanakan ditunjuk sebagai penyalur voucher Internet kepada masyarakat.

Pemkab Wonogiri menggandeng BUM desa lantaran penyediaan jaringan Internet ini bagian dari program pemberdayaan BUM desa.

“Kalau penyediaan jaringan Internet ini kerja samanya dengan perusahaan swasta, buat apa. Tujuannya pengembangan BUM desa juga, bukan pengembangan perusahaan swasta. Saya sering berkoordinasi dengan pendamping desa soal ini. Setidaknya untuk mengukur seberapa siap desa-desa menyambut program ini,” ujar Heru.

Mengakses Media Sosial

Sebelumnya, Sales Director PT Pelangi Surya Persada (PSP) Jogja, Cunduk Bagus Sudarwono, mengatakan wilayah yang akan terkaver jaringan tak hanya di wilayah blank spot, tetapi seluruh wilayah di Wonogiri. Warga hanya cukup membeli voucher senilai Rp25.000 yang berlaku sebulan.

Dengan dana itu warga sudah bisa mengakses Internet dengan kecepatan rata-rata 1 mbps/device tanpa batasan kuota. Warga dapat menggunakannya untuk mengakses media sosial atau berselancar menggunakan mesin peramban di ponsel.

Unik Banget, Pohon Kelapa di Giriwoyo Wonogiri Punya Cabang!

Voucher bisa dibeli di toko atau tempat lainnya yang dikelola badan usaha milik (BUM) desa mitra PT PSP. Cara mengaktifkannya hanya dengan mengaktifkan wifi di ponsel.

Selanjutnya pengguna dapat menggunakan jaringan PT PSP dengan memasukkan kata kunci yang tertera di voucher.

“Kami sudah mengetes dengan menggunakan unifi [alat pemancar sinyal] di salah satu wilayah blank spot di Bubakan, Girimarto. Tesnya dengan melakukan panggilan video. Hasilnya bagus, hambatan-hambatan yang ada [seperti suara kurang jernih] bisa diatasi,” kata lelaki yang biasa disapa Bagus itu.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom