Anggota Klaten Heritage Community mengecek batuan-batuan yang diduga struktur candi di Desa Kepurun, Kecamatan Manisrenggo, Klaten, Kamis (17/10/2019). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Desa Kepurun, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diyakini banyak menyimpan peninggalan masa Kerajaan Mataram Kuno.

Pasalnya, banyak temuan benda purbakala di desa setempat.

Kepala Desa (Kades) Kepurun, Sukadi, mengatakan banyak temuan benda purbakala terutama di sekitar kawasan Sendang Surowanen, Dukuh/Desa Kepurun. Temuan itu seperti arca salah satunya arca Ganesha.

Arca itu pernah menghilang di tangan salah satu kolektor di Jawa Barat. Arca itu sudah berada lagi di Kepurun setelah dicoba ditelusuri oleh tokoh masyarakat setempat.

Selain itu, banyak ditemukan batuan-batuan yang diduga merupakan struktur candi. Ada pula temuan batu yang menyerupai kemuncak.

“Temuan kemuncak itu hingga kini masih disimpan oleh warga,” kata Sukadi saat ditemui di rumahnya, Kamis (17/10/2019) sore.

Sukadi menjelaskan selain di sekitar sendang, benda purbakala pernah ditemukan menyebar di Kepurun. Sayangnya, ada sebagian benda purbakala yang sudah raib.

Benda purbakala itu seperti arca dewa laki-laki bertangan empat serta arca dewi. Benda-benda purbakala diyakini masih banyak tersimpan di desa setempat.

Sukadi menuturkan ada keinginan untuk mengeksplorasi benda-benda cagar budaya yang masih tersimpan di desa setempat.

Apalagi, di kawasan sendang ada struktur batuan yang diyakini menjadi bagian dari struktur candi yang hingga kini masih terpendam tanah.

Namun pemerintah desa setempat terkendala dana untuk mengeksplorasi potensi benda cagar budaya yang ada di Kepurun.

“Kalau memang di Kepurun itu ada potensi, ini hanya tergantung masalah waktu dan perencanaan yang bagus. Mungkin kalau mengandalkan anggaran desa saja itu agak susah dilakukan,” kata Sukadi.

Anggota Klaten Heritage Community Bidang Humas dan Publikasi, Hary, menjelaskan dari hasil penelusuran awal di Kepurun, ada potensi temuan struktur candi terutama di kawasan dekat sendang yang berupa sawah.

“Kami menduga persawahaan di Kepurun itu dulu pernah berdiri Candi Hindu pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Namun, ini perlu kajian lebih dalam lagi untuk memastikan apakah benar pernah ada candi di Kepurun,” kata Hary.

Hary mendorong agar pemerintah desa setempat bisa berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) serta Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) guna menggali potensi candi di desa setempat.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten