Pasoepati meleparkan strimer dan menaburkan potongan kertas dari tribun stadion Manahan saat laga antara Persis melawan PSPS Pekanbaru, Jumat (6/10). (JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu)

Solopos.com, SOLO — Suporter Persis Solo mulai gelisah dengan masalah kepemilikan klub yang kembali memanas belakangan. Kelompok suporter Persis, Pasoepati, memilih untuk hati-hati dalam mengambil kebijakan terkait masalah tersebut.

Suporter trauma dengan ancaman dualisme klub yang pernah terjadi pada tahun 2011-2013. Kegeraman suporter terhadap manuver sejumlah pihak yang ingin menguasai Persis mulai ditunjukkan dengan memasang poster bertuliskan “Jangan Usik Persis Solo Kami”.

Permasalahan Persis kian meruncing karena klub-klub internal Persis ikut-ikutan. Mereka mendukung Setiyo Joko Santosa untuk mengambil alih Persis dari Vijaya Fitriasa. Seperti diketahui, Vijaya baru saja menjadi bos Laskar Sambernyawa.

Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, menegaskan pihaknya tak tinggal diam meski belum mengeluarkan kebijakan khusus pada anggota. Saat ini pihaknya masih menimbang aspirasi agar Pasoepati tak salah langkah.

“Pekan ini kami agendakan rapat. Meski belum ada arahan tertentu, kami pastikan tidak akan mendukung orang-orang dengan dosa di masa lalu. Sudah cukup kejadian beberapa musim kemarin menjadi pelajaran bagi kami,” ujar Rio, sapaan akrabnya.

Seorang suporter Persis, Galang, menilai sudah saatnya suporter cerdas dengan tidak terbawa propaganda salah satu pihak yang hendak mencari keuntungan sendiri. “Ketika mungkin nanti keputusannya demo, demo itu harus jelas tujuan dan sasarannya. Suporter jangan cuma ikut-ikutan, itu malah bisa menjadi bumerang,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten