Kominfo Klaim Hapus 1,8 Juta Konten Esek-Esek di Twitter, Kok Masih Banyak?
Ilustrasi Pornografi (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, JAKARTA -- Media sosial Twitter bukan hanya untuk menyampaikan pendapat, tapi juga jamak digunakan untuk berbagi konten pornografi. Sulitkah mendeteksi konten pornografi di Twitter?

Dari analisis yang dilakukan penemu drone emprit, Ismail Fahmi, seperti diberitakan Solopos.com, Selasa (29/10/2019) lalu, ada 10.000 hingga 45.000 percakapan tentang pornografi tiap hari. Analisis itu dilakukan mulai dari 1 Oktober 2017 hingga 30 November 2018.

Konten pornografi yang tersebar di Twitter kebanyakan berbentuk video. Saking banyak dan mudahnya mengakses video porno di Twitter, beberapa akun Twitter publik figur pernah kedapatan menyukai unggahan konten itu.

Akun Facebook Ngaku Polwan Polresta Solo Tipu Warga Batang

Hal ini pernah dialami oleh pengguna akun Twitter @SandoroMusic, yang merupakan diduga merupakan akun penyanyi Sandhy Sandhoro. Setelah kejadian tersebut, tiba-tiba akun @SondoroMusic digembok.

Soal banyaknya konten pornografi di Twitter, pemerintah mengklaim tidak tinggal diam. Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Ferdinandu Setu, mengklaim lembaga tersebut telah menghapus 1,8 juta konten pornografi di media sosial berlogo burung biru itu.

Lowongan Pegawai Stand Minuman Dan Karyawanan Toko Di Bobabel The Park

Tetapi, dia mengakui masih sulit untuk memberantas konten pornografi di Twitter. Salah satu alasannya adalah perbedaan regulasi di setiap negara.

"Di beberapa negara, pornografi dewasa dianggap sebagai sebuah industri. Hal ini tentu berbeda dengan peraturan yang ditetapkan di Indonesia. Makanya, itulah kenapa [konten pornografi] di Twitter sudah kami take down, tapi masih [beredar] banyak. Kalau di negara-negara asing, konten [pornografi] tertentu bisa dibuka, di Tanah Air enggak bisa," ujar Ferdinandus dilansir Suara.com, Rabu (12/2/2020).

Teror Kambing Dicabik di Pacitan Mirip Wonogiri, Warga Pergoki Hewan Misterius

Lebih lanjut, katanya, Twitter merupakan media sosial yang diawasi oleh pemerintah.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho