Akun Facebook Ngaku Polwan Polresta Solo Tipu Warga Batang
Ilustrasi akun Facebook (emirates247.com)

Solopos.com, SOLO -- Nama wanita polisi (polwan) Polresta Solo Briptu Ari Fitri dicatut orang untuk menipu. Korban penipuan tersebut, Thaharah, 30, warga Masin, Warungasem, Kabupaten Batang, Jateng, sadar dirinya menjadi korban penipuan setelah bertemu Briptu Ari Fitri di ruang Satreskrim Polresta Solo, Rabu (12/2/2020) pagi.

Kasus ini bermula saat Tharahah berniat membeli sepeda motor Honda CBR yang ditawarkan akun Facebook (FB) bernama Ari Fitri. Sepeda motor itu dijual dengan harga Rp12 juta.

Tharahah membeli sepeda motor itu untuk suaminya yang sudah lama ingin punya sepeda motor sport tersebut. Tharahah berminat membeli sepeda motor karena harganya sangat murah.

Kongres PAN Ricuh, Peserta Perang Kursi

Tharahah lantas menghubungi akun FB tersebut. “Penipu bilang ke saya sepeda motor yang dijual merupakan hasil lelangan sehingga dijual murah. Saya tidak curiga karena penjual motor itu mengaku Polwan Polresta Solo. Bahkan, ia juga menunjukkan foto, KTP, dan KTA Polisi milik Ari Fitri,” jelas Tharahah kepada wartawan di Mapolresta Solo, Rabu.

Ia menambahkan sebelum bertransaksi ia sempat menemui seseorang yang mengaku Ari Fitri. Ia pun semakin yakin seusai pertemuan itu. Lantas, ia mentransfer uang senilai Rp1,5 juta pada Januari dan Rp3 juta pada awal Februari lalu.

Seusai mentransfer uang itu ia dijanjikan motor akan segera dikirim. Sisa pembayaran diselesaikan secara kredit Rp1 juta setiap bulannya.

Eks Caleg Jadi Anggota Panwascam Tanon, Bawaslu Sragen Sebut Tak Ada Pelanggaran

“Lalu saya menelusuri alamat yang diberikan di wilayah Pasar Kliwon. Tetapi saat saya cek ternyata tidak ada alamat itu. Lalu saya diarahkan Ketua RT ke Mapolsek Pasar Kliwon lalu ke Polresta Solo,” ujarnya.

Setelah bertemu Ari Fitri di Mapolresta, Tharahah baru sadar dirinya ditipu. "Ternyata berbeda orang yang menemui saya dengan Ari Fitri yang asli," kata dia.

Sementara itu, Briptu Ari Fitri, saat dijumpai wartawan, mengaku nama dan fotonya sudah digunakan sebagai modus penipuan sejak 2018. Bahkan ia tidak bisa menghitung jumlah korban penipuan yang mencatut namanya karena jumlahnya cukup banyak.

Pembuang Bayi Laki-Laki di Saluran Irigasi Daleman Klaten Tertangkap, Ibunya?

“Pelaku mengambil foto saya dari Instagram dan membuat identitas KTP dan KTA Polisi palsu untuk meyakinkan korban. Modusnya bermacam-macam dari jual beli sepeda motor hingga handphone. Sangat banyak akun Facebook yang menggunakan nama dan foto saya berseragam kepolisian,” ujarnya.

Ari sudah melaporkan kejadian itu kepada pimpinannya. Hasilnya, dua orang berhasil ditangkap di wilayah Sulawesi. Namun, orang yang menyalahgunakan fotonya belum berhenti.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

SOLOPOS TV



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho