Klaten Waspadai Cuaca Ekstrem Akibat Fenomena La Nina
Ilustrasi hujan. (Solopos-dok)

Solopos.com, KLATEN -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten mewanti-wanti warga tetap waspada terhadap kerawanan ancaman bencana sepanjang musim hujan terlebih ada fenomena La Nina. Sekretaris BPBD Klaten, Nur Tjahjono Suharto, menjelaskan musim hujan diperkirakan terjadi hingga Maret 2021 mendatang.

Puncak curah hujan diprediksi terjadi pada awal tahun atau Januari-Februari 2021, namun kali ini ada fenomena La Nina yang memungkinkan berdampak di wilayah Klaten. La Nina berpotensi meningkatkan curah hujan pada daerah yang dilintasi.

"Dengan perkiraan terjadinya fenomena La Nina, tentu cuaca ekstrem bisa terjadi sewaktu-waktu. Oleh karena itu perlu kewaspadaan dari berbagai pihak," urai Nur saat dihubungi Solopos.com, Minggu (22/11/2020).

Song Hye-kyo Ulang Tahun ke 39, Ini Waktunya Menapak Tilas

Kewaspadaan itu bisa dilakukan dengan pencegahan untuk mengurangi risiko potensi bahaya cuaca ekstrem seperti banjir serta angin ribut yang bisa menumbangkan pohon.

Pemkab Klaten sebelumnya sudah melayangkan surat edaran ke amat untuk diteruskn ke kades guna melakukan upaya antisipasi mengurangi potensi bahaya cuaca ekstrem dengan memangkas pohon serta membersihkan saluran air.

Status Siaga Darurat

Pemkab Klaten menetapkan status siaga bencana banjir, angin ribut, dan petir sejak 1 November 2020 dan berlaku hingga Maret 2021.

"Saat ini selain siaga terhadap ancaman bencana hidrometeorologi,  Klaten juga sudah menetapkan status siaga darurat erupsi Merapi. Begitu pula dengan kondisi Covid-19 yang masih berlaku [status kejadian luar biasa],"tutur Nur.

Sementara itu, hujan deras disertai angin kencang terjadi di Klaten, Minggu dini hari. Akibatnya terjadi peristiwa pohon tumbang di lima desa yang tersebar di tiga kecamatan. Tak ada korban jiwa, namun satu rumah rusak ringan akibat tertimpa pohon tumbang.

Jawab Tantangan Pandemi, Diskominfo Sragen Luncurkan Robot Menjawab

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusdalops BPBD Klaten, pohon tumbang itu terjadi di Kecamatan Wedi, Gantiwarno, serta Bayat. Di Desa Talun, Kecamatan Wedi, pohon jati berdiameter 30 sentimeter ambruk menimpa dan merusak atap satu rumah milik warga Dukuh  Jlumbang.

Peristiwa itu menyebabkan kerusakan ringan pada salah satu rumah warga. Sejumlah pohon juga ambruk serta sempat menutup akses jalan sebelum dibersihkan warga serta sukarelawan.

Wonogiri Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka Tapi dengan Pembatasan



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom