Tutup Iklan
Klaten Siapkan Selter Pengungsian Merapi Sesuai Protokol Covid-19
Gunung Merapi kembali erupsi, Jumat (10/4/2020). (Istimewa)

Solopos.com, KLATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menyiapkan selter jika sewaktu-waktu terjadi pengungsian karena erupsi Gunung Merapi.

Salah satunya menyiapkan selter pengungsian untuk warga lereng Gunung Merapi yang disesuaikan dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Sebagai informasi, di Klaten ada tiga selter yang disiapkan untuk menampung pengungsi dari wilayah Gunung Merapi.

Selter atau tempat pengungsian itu masing-masing berada di Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan; Desa Menden, Kecamatan Kebonarum, serta Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko.

Tak Jadi Rp21 M, Anggaran Perbaikan Jalur Evakuasi Lereng Merapi di Klaten Cuma Rp2,6 M

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Sip Anwar, mengatakan persiapan selter pengungsian sesuai protokol kesehatan itu seperti menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Selain itu, membuat peraturan untuk mengatur jarak orang ketika berada di dalam selter pengungsian Gunung Merapi.

Sip Anwar mengatakan dengan ada ketentuan pengaturan jarak tersebut otomatis kapasitas orang yang berada di dalam selter pengungsian berkurang dibandingkan kapasitas saat kondisi normal.

“Daya tampung selter berubah. Paling tidak hanya memuat 50 persen dari kondisi normal,” kata Sip Anwar saat ditemui seusai rapat persiapan antisipasi erupsi Gunung Merapi di Pendopo Pemkab Klaten, Selasa (7/7/2020) sore.

Bantu Pelajar di Tengah Pandemi, Warga Pasung Klaten Pasang Wifi Gratis di Pos Ronda

Dengan kondisi itu, Sip Anwar mengatakan segera dilakukan pemetaan untuk menyiapkan tempat pengungsian lainnya untuk antisipasi ketika ada erupsi Merapi dan diharuskan melakukan pengungsian warga.

“Ada beberapa gedung milik pemerintah di sekitar selter seperti sekolah, pemerintah, dan sekarang hampir di setiap desa sudah memiliki gedung olahraga. Besok kami melakukan survei tempat-tempat yang bisa digunakan untuk tempat pengungsian,” jelas Sip Anwar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi, mengatakan hingga kini belum ada informasi resmi dari BPPTKG soal aktivitas Gunung Merapi.

Dapur Umum

Rapat yang digelar pada Selasa dilakukan untuk memetakan kembali persiapan-persiapan ketika ada erupsi Gunung Merapi dan warga diharuskan mengungsi di tengah pandemi Covid-19.

“Kebutuhan-kebutuhan seperti selter, dapur umum, air, dan sebagainya perlu disiapkan. Termasuk masalah bagaimana pembuangan sampah,” jelas Jaka.

Pakai Barang Bekas, Bocah 15 Tahun di Klaten Berhasil Bangun Sepeda Tinggi

Sekretaris BPBD Klaten, Nur Tjahjono Suharto, mengatakan rapat yang melibatkan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) serta instansi dan sukarelawan yang digelar pada Selasa dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi dari pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng).

“Arahan dari provinsi bahwa sudah masuk ke taraf kesiapsiagaan. Sehingga dari situ memerlukan kesiapan BPBD serta dinas terkait. Kami mendapatkan amanat untuk melakukan kesiapsiagaan,” kata Nur.

Nur menjelaskan BPBD belum menerima instruksi atau rekomendasi dari BPPTKG Yogyakarta ihwal peningkatan aktivitas Gunung Merapi. Saat ini, kondisi Merapi masih berada pada level II atau waspada.

Instagramable! Ada Istana Negara Mini di Pokak Klaten, Ayo Selfie!

Sebelumnya, BPPTKG menyebut aktivitas Gunung Merapi memasuki fase intrusi baru. Sejumlah letusan eksplosif diiringi kegempaan dilaporkan terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

BPPTKG memprediksi Gunung Merapi akan menimbulkan erupsi apabila tekanan kegempaan dalam sangat kuat.

Atas kondisi itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta kabupaten yang berada di wilayah perbatasan dengan Gunung Merapi untuk meningkatkan kewaspadaan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho