Keisya Dhiandra Prabowo, 12, siswi Kelas VI SDIT Az-Zahra Sragen berjalan sambil membawa untaian bunga yang disambut teman-temannya lantaran membawa pulang medali perak dari Olimpiade Matematika dan IPA Internasional Vietnam, Selasa (3/12/2019). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN - Keisya Dhiandra Prabowo, 12, siswi Kelas VI SDIT Az-Zahra Sragen berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Dia sukses mendapatkan medali perak di Olimpiade MIPA di Vietnam.

Leisya tiba di sekolahnya pada Selasa (3/12/2019) siang WIB. Dia disambut oleh para guru dan teman-temannya.

Keberhasilannya di ajang 16th International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) di Vietnam pada Kamis-Jumat (28-29/11/2019) lalu, dianggap telah mengharumkan nama sekolah, Sragen, bahkan Indonesia.

Keisya masuk ke dalam tim IPA dalam olimpiade tersebut yang berjumlah 12 orang. Dari 12 orang di tim IPA-nya Keisya semua mendapat juara, yakni enam medali perak dan enam medali perunggu. Keisya menjadi salah satu peraih medali perak dalam tim IPA tersebut.

Tips Siapkan Anak Agar Tak Iri dengan Kehadiran Adik Baru

Total kontingen Indonesia di Olimpiade Matematika dan IPA Internasional itu sebanyak 24 orang yang terbagi atasi dua tim. Perinciannya adalah 12 orang di tim matematika dan 12 orang di tim IPA.

Khasiat Habbatussauda Diklaim Sembuhkan Segala Penyakit Kecuali Kematian

“Saya ikut seleksi untuk maju dalam Olimpiade IPA ini sejak masih duduk di Kelas III. Saat itu satu kelas saya diseleksi semua lewat tes. Nilai IPA saya 95 dan nilai matematika saya 75. Hingga Kelas IV, tinggal dua orang. Kemudian pada Kelas V kami ikut lomba-lomba mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, dan nasional," ujar Keisya saat berbincang dengan wartawan, Selasa siang.

Apple Watch Series 5 Segera Meluncur di Indonesia, Ini Harga dan Spesifikasinya

"Dari tingkat nasional saya dapat medali emas dan kemudian ikut seleksi untuk olimpiade tingkat internasional,” lanjutnya.

Seleksi untuk menuju ke olimpiade internasional dilakukan empat tahap. Tahap I dan II merupakan tahapan seleksi dan tahap III-IV merupakan tahap pembinaan sebelum maju ke olimpiade.

Patut Dicoba! Tips Agar Tidak Mendengkur Saat Tidur

Keisya lolos semua dalam keempat tahapan itu dan akhirnya menjadi kontingen Indonesia dalam Olimpiade Matematika dan IPA Internasional dengan peserta dari 24 negara itu.

Diduga Salah Minum Obat, Balita di Madiun Meninggal dengan Kulit Melepuh

“Yang dapat emas dari China, Singapura, dan India. Mereka yang paling berat. Saya sebenarnya lebih sulit menerjemahkan soal berbahasa inggris itu daripada menjawab. Tes dua hari itu terdiri atas tes tertulis dan tes eksperimen. Tes tertulis berupa pilihan ganda sebanyak 40 soal dan esai sebanyak 19 soal," katanya.

Desa Wisata Durian Ada di Wonogiri, Segera Kunjungi!

"Pada hari kedua ekseperimen fisika dan biologi. Pada bidang fisika saya eksperimen tentang pengukuran voltase untuk lampur LED dan di biologi bereksperieman tentang klasifikasi cangkang binatang laut,” jelas Keisya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten