Ilustrasi kakak dan adik (happyyouhappyfamily.com)

Solopos.com, SOLO -- Ada kalanya saudara merasa cemburu pada kehadiran anggota baru dalam keluarga. Hal itu karena orang tua membutuhkan waktu untuk mempersiapkan segala sesuatu sampai kelahiran sang adik sehingga menyita waktu kebersamaan dengan si kakak.

Dalam fase tersebut, orang tua bisa mempersiapkan mental sang kakak sebelum adiknya lahir.

Mendiskusikan kehadiran sang adik saat kehamilan boleh jadi mempersiapkan mentalnya. Namun usia berbeda bisa menciptakan dimensi pemahaman dan reaksi berlainan sesuai tahap tumbuh kembang mereka.

Seperti dilansir Healthychildren.org, dengan mengetahui pemahaman anak sesuai usianya, kita akan lebih mudah memberikan pengertian kepada mereka.

Anak Usia 1-2 Tahun

Pada usia seperti ini, anak-anak tidak paham apa arti kehadiran adik. Namun, biarkan anak ikut merasakan antusiasme kita menyambut calon anggota keluarga baru.

Anak mungkin tidak paham kenapa kita antusias, namun perilaku kita saat mengelus perut atau berbicara dengan janin bisa memberikan petunjuk kepada anak bahwa kita antusias menyambut adik mereka.

Ingat, kita mungkin tidak mampu mengakomodasi perhatian seluruh anak dalam waktu berbarengan, terutama jika kita sendirian dan pasangan sibuk dengan pekerjaan. Jika merasa lelah, minta bantuan pasangan atau kerabat atau teman untuk bantuan darurat.

Ketika adik sudah lahir, coba beri perlakuan spesial untuk kakaknya. Yakinkan mereka masih dan sama-sama dicintai. Bisa dengan memberikan kakak hadiah ekstra, membawa kakak ke tempat yang disukai, atau memperbolehkan kakak jalan-jalan dengan kakek-nenek.

Anak Usia 2-4 Tahun

Pada usia ini, anak sangat dekat dengan orang tuanya dan belum paham konsep berbagi perhatian dengan yang lain. Anak usia ini juga sangat sensitif dan tidak nyaman dengan kehadiran anggota keluarga baru.

Agar si kakak tidak syok, tunggu sejenak sampai mentalnya siap. Jelaskan kepada anak saat kita mulai berbelanja perlengkapan bayi atau ketika mereka bertanya kenapa perut ibu membesar.

Usahakan anak mendengar penjelasan kakak segera punya adik dari orang tuanya, bukan dari yang lain.

Coba jujur, jelaskan bayi memang lucu dan menggemaskan, namun kadang juga menangis dan menuntut perhatian lebih. Sampaikan juga kakak tidak bisa langsung bermain dengan adiknya, butuh waktu beberapa saat sampai adik bisa diajak bermain.

Libatkan juga kakak dalam menyambut adiknya. Ini bisa membuat kakak tidak kelewat iri dengan bakal adiknya. Biarkan kakak ikut memilih beberapa perlengkapan buat adiknya. Tunjukkan foto USG adik agar mereka terbayang dan ikut merasa memiliki jauh sebelum adiknya lahir.

Selain itu, persiapkan juga perubahan rutinitas yang bakal terjadi. Misalkan kakak harus sudah bisa ke toilet sendirian sebelum adiknya lahir. Kalau terlalu mendadak, kakak bisa merasa dipaksa belajar karena kehadiran adiknya.

Saat adiknya sudah hadir, kakak biasanya akan mencari perhatian. Hal ini normal. Namun lagi-lagi pastikan, kasih sayang dan perhatian kita untuk anak-anak sama.

Pada usia ini, sampaikan kepada anak kita akan tinggal di rumah sakit selama beberapa hari. Setelah itu, kakak bisa melihat adiknya.

Ketika rutinitas kita disita adik; siapkan waktu untuk bermain, mendengarkan musik, atau sekadar ngobrol bareng kakak. Biarkan ketika dia ingin ambil peran sebagai kakak atau ikut nimbrung saat kita menyusui anak. Saat ada pasangan, bagi perhatian untuk anak besar dan kecil.

Usia 5 Tahun ke Atas

Anak usia sekolah seperti ini biasanya sudah tidak merasa terancam dengan kehadiran anggota keluarga baru. Namun mereka biasanya menuntut perhatian saat bayi sudah lahir.

Pada usia ini anak juga bisa mulai diberi pemahaman. Jelaskan kehadiran anggota baru bisa jadi memengaruhi kehidupan mereka. Libatkan juga kakak secara langsung untuk membantu persiapan adik seperti kamar, beli baju, sampai perlengkapan bayi lainnya.

Kamera Iphone 11 Pro Max Kalah Sama Xiaomi

Saat adik sudah pulang dari rumah sakit, pastikan kakak juga diajak menjemput untuk merasakan antusiasme menyambut anggota keluarga baru. Bilang kakak bisa ikut merawat adik dengan bimbingan orang tua.

Whatsapp Bikin Baterai Smartphone-mu Boros? Mungkin Ini Sebabnya

Puji ketika dia peduli pada adiknya. Berikan waktu dan perhatian sebagai pengingat anak-anak kita spesial.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten