Kecewa Rekomendasi DPC PDIP Solo Saat Musran, Rombongan Ranting Pajang Walk Out
Suasana musyawarah ranting (musran) PDIP Laweyan yang diwarnai aksi walkout ranting Pajang di Graha Shaba Buana, Sumber, Solo, Senin (10/8/2020) malam. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Aksi walkout dilakukan rombongan ranting PDIP Kelurahan Pajang, Laweyan, Solo, saat Musyawarah Ranting atau Musran PDIP Laweyan di Graha Saba Buana, Sumber, Banjarsari, Senin (10/8/2020) malam.

Musran PDIP Laweyan digelar dengan agenda restrukturisasi ranting untuk periode 2020-2025. Sebelum musyawarah dimulai, pengurus ranting periode 2015-2020 dinyatakan demisioner.

Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan rekomendasi DPC PDIP Solo untuk mengisi jabatan ketua, sekretaris, dan bendahara (KSB) ranting.

Tukang Cukur di Kartasura Sukoharjo Jadi Klaster Baru Covid-19, Begini Ceritanya

Rekomendasi DPC PDIP Solo pada Musran tersebut dibacakan per forum musyawarah ranting oleh pimpinan musyawarah yang ditunjuk.

Bendahara DPC PDIP Solo, Johni Sofyan Erwandi, ditunjuk memimpin musyawarah Ranting PDIP Pajang. Namun belum selesai rekomendasi dibacakan, peserta Musran Pajang sudah melakukan interupsi.

Mereka tidak menerima rekomendasi DPC PDIP Solo untuk posisi ketua. Interupsi tersebut dijawab Johni dengan meminta rombongan Ranting PDIP Pajang menunggu dirinya selesai membacakan rekomendasi.

Kasus Positif Covid-19 Rambah Perkantoran, Pemkot Solo Terapkan WFH Lagi?

Namun rombongan Ranting PDIP Pajang tetap berdiri dan menyatakan tidak terima dengan rekomendasi DPC PDIP Solo pada Musran tersebut.

Tak lama kemudian rombongan Ranting PDIP Pajang melepas seragam mereka dan berjalan keluar ruangan. Mereka juga langsung meninggalkan lokasi musyawarah.

Di Luar Hasil Penjaringan

Ketua Anak Ranting PDIP RW 008 Pajang, Subagyo Budi Santoso, saat ditemui Solopos.com seusai musyawarah mengaku kecewa dengan rekomendasi DPC PDIP Solo untuk jabatan Ketua Ranting PDIP Pajang.

Didukung Koalisi 9 Parpol, Arif Budiyono-Harjanta Siap Menangi Pilkada Klaten 2020

Jabatan itu direkomendasikan DPC PDIP Solo kepada orang yang namanya tak ada dalam hasil penjaringan sebelum musran. "Akumulasi usulan saat pramusran dari 16 anak ranting ada empat nama yang terjaring dan kami usulkan untuk mengisi KSB ranting," jelas dia.

Mereka yaitu Kristianto, Endariyanto, Eko Pranoto, dan Nurhadi. Selama bekerja sama puluhan tahun dengan mereka, Subagyo menilai Ranting PDIP Pajang solid, Satgas PDIP maju, serta perolehan suara naik signifikan.

"Tapi rekomendasinya entah akal-akalan dari mana, untuk posisi ketua kami belum tahu [orangnya]. Belum pernah berkecimpung di lingkungan PDIP Pajang kok tahu-tahu muncul sebagai ketua ranting," ujar dia.

5 Jam Yang Mencekam! Saksi Mata Kisahkan Peristiwa Kericuhan di Mertodranan Solo

Penuturan senada disampaikan Ketua Anak Ranting PDIP RW 013 Pajang, Karyanto. Dia lah yang kali pertama menginterupsi musran saat pembacaan rekomendasi KSB dari DPC PDIP Solo oleh Johni Sofyan Erwandi.

Dia interupsi karena nama yang dibacakan untuk posisi ketua ranting tidak ada dalam penjaringan saat pramusran dari anak ranting.

"Kami pun tidak tahu, tidak kenal. Ini artinya pembusukan demokrasi. Saya walkout dan lepas baju tadi, diikuti teman-teman. Kami sangat kecewa karena nama itu tidak ada dalam penjaringan," urai dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom