Tutup Iklan
Kebakaran di Wonogiri Cukup Tinggi, Pembakaran Rapen dan Korsleting Listrik Jadi Penyebab
Mobil pemadam kebakaran di area parkir kantor pemadam kebakaran Wonogiri, Kamis (2/7/2020). (Solopos/M. Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI -- Korsleting listrik dan pembakaran rapen (sisa makan hewan) merupakan dua penyebab kasus kebakaran di permukiman yang sering ditemui di wilayah Wonogiri.

Di sisi lain, kejadian kebakaran alam atau lahan di Wonogiri pada 2020 belum ditemukan. Meski pada 2019 kebakaran lahan mendominasi kebakaran yang ada di Wonogiri.

Kurang Ajar! Karyawan Starbucks di Jakarta Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

Berdasarkan data yang diperoleh Solopos.com, dari Pemadam Kebakaran Wonogiri, dari Januari hingga Juni 2020, ada enam kejadian kebakaran di Wonogiri. Dari jumlah tersebut lima kejadian terjadi di permukiman warga, satu kejadian terjadi di kandang hewan.

Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Joko Santosa, mengatakan penyebab kebakaran yang terjadi di Wonogiri pada 2020 bervariasi. Tiga kejadian karena konsleting listrik, dua kejadian karena obat nyamuk bakar dan satu kejadian karena warga membakar kotoran di dekat kandang.

Kos-Kosan di UMS Solo Ditinggal 4 Bulan Gegara Corona, Mahasiswa Ini Kaget Jamur dan Kutu Berpesta

Berdasarkan pengalaman yang ia jalani bersama anggotanya, kabakaran di wilayah permukiman bisanya disebabkan karena korsleting listrik dan ulah warga yang membakar kotoran di sekitar kandang. Jumlah keterjadian antara dua kasus tersebut hampir sama.

Kebiasaan Warga

Aktivitas membakar kotoran di sekitar kandang, menurut dia, sudah menjadi kebisaan warga. Banyak yang mengira bahwa tempat membakar tersebut sudah diberi jarak, tetapi karena ada hembusan angin, api bisa merambat ke jerami yang ada di kandang.

"Pernah ada kejadian warga membuat pembakaran di sekitar kandang. Merambatnya ke jerami lewat bawah kotoran sapi yang sudah kering. Jadi tidak lewat angin, bisa menyebabkan kebakaran kandang," kata dia saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Kamis (2/7/2020).

Curhat Pilu Anak Korban Tabrak Lari di Flyover Manahan Solo: Pertama dan Terakhir Diantar Ibu

Ia berharap kebiasaan warga tersebut bisa diubah. Jika membakar kotoran di dekat kandang ditunggu hingga api benar-benar padam.

Khawatir Lukai Orang, Warga Wonogiri Ini Amankan Puluhan Meter Benang Layangan di Jalan


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho