KASUS PENGATURAN SKOR : Pernah Dituduh Terlibat Pengaturan Skor, Firman Utina Kecewa
Pernah Dituduh Terlibat Pengaturan Skor, Firman Utina Kecewa (Liputan6.com)

Kasus pengaturan skor di sepak bola Indonesia pernah dialami Firman Utina. Pemain asal Manado itu kecewa dituduh terlibat pengaturan skor.

Solopos.com, BANDUNG — Gelandang Persib, Firman Utina, mengerti rasanya dituduh terlibat kasus pengaturan skor. Pemain asal Manado ini pernah merasakannya saat memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2010.

Dikutip dari Liputan6.com, Senin (29/6/2015), tuduhan adanya kasus pengaturan skor mencuat setelah Indonesia kalah 0-3 dari Malaysia di leg pertama final Piala AFF. Indonesia bisa menang 2-1 di leg kedua tapi Indonesia gagal juara karena kalah agregat dengan skor 2-4.

Pemain tengah Persib Bandung itu memang menjadi andalan Alfred Riedl di lini tengah tim Garuda saat itu. Bahkan, saat dibekap cedera menjelang partai semifinal kontra Filipina, Firman harus menunda operasinya agar terus membela Indonesia hingga Piala AFF berakhir.

"Pada Piala AFF 2010, kami dituduh terlibat kasus pengaturan skor. Saya kecewa dan ingin menangis. Saat itu saya sampai batal naik meja operasi karena ingin selesaikan tugas dulu, dan hasilnya saya hanya mendapat cacian, apa tidak sakit hati?" kata Firman.

Firman bersimpati dengan adik-adiknya di Timnas Indonesia U-23 yang juga diterpa rumor kasus pengaturan skor di SEA Games 2015 lalu. Garuda Muda memang kalah telak 0-5 dua kali pada laga semifinal lawan Thailand dan Vietnam di perebutan tempat ketiga.

Menurut Firman, seharusnya perjuangan Garuda Muda bisa diapresiasi. Gelandang kelahiran Manado itu juga berharap setiap isu yang mencuat dapat dipertanggungjawabkan.

"Dalam kasus pengaturan skor, pihak berwajib harus tangkap orangnya. Siapa pemain yang terlibat cari dan tangkap pemainnya, dikasih tahu dan biarkan tim-tim tahu jangan ambil pemain seperti ini karena dia enggak jujur. Seperti itu, bukan hanya teriak mafia tanpa bukti," tukas Firman.

Dilansir Detik, Senin, menurut Bambang Pamungkas, pelapor kasus pengaturan skor diharapkan tidak hanya memberikan kesaksian, tapi juga dilengkapi bukti yang kuat. Sebab, bukti-bukti tersebut nantinya bisa langsung menjerat para pelaku pengaturan skor.

Dia yakin, dengan adanya bukti semua masyarakat Indonesia juga turut mendukung. “Disuruh buktikan saja dulu. Kalau bisa, pasti banyak orang yang mendukung,” tukasnya.

Kasus pengaturan skor sepak bola Indonesia mulai terkuak dari rekaman pembicaraan via telepon, antara seorang mantan perantara berinisial BS, dengan seseorang yang disebut bandar asal Malaysia, Jawahir Saliman, tentang isu pengaturan skor Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2015.

Selain BS, yang diklaim punya banyak bukti kasus pengaturan skor dan suap di Indonesia selama 15 tahun, dua hari lalu juga muncul pernyataan dari dua mantan pelatih sepak bola, Agus Yuwono dan Gunawan.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom