Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi Sejak Ramadan, Seperti Gelombang Ke-2
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) didampingi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo (kanan) memberikan keterangan pers, Rabu (18/3/2020). (Antara-Dewanto Samodro)

Solopos.com, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan fakta bahwa sebenarnya DKI Jakarta sudah pernah memasuki fase penurunan kasus Covid-19 per hari, sayangnya hanya sementara. Memasuki Ramadan, peningkatan kasus kembali terjadi.

Hal ini diungkap Anies ketika mempresentasikan perkembangan terkini Covid-19 secara virtual di akun resmi Pemprov DKI Jakarta, Selasa (19/5/2020). Anies menunjukkan pada awal pertengahan Maret 2020 penelitian dari Universitas Indonesia membuktikan adanya kenaikan orang Jakarta yang tinggal di rumah.

Setelah Jokowi, Giliran Yuri Sebut PSBB Belum Dilonggarkan

"Bahkan di DKI Jakarta, hampir 60 persen berada di rumah saja. Melonjak signifikan dari sekitar 40 persen ke 60 persen. Dari semua provinsi di Jawa, lompatan Jakarta paling tinggi. Artinya apa? Artinya ada keseriusan warga Jakarta untuk menangkis penularan," ungkap Anies.

Anies juga menjelaskan grafik proporsi jumlah warga DKI Jakarta yang di rumah saja berbanding lurus dengan laporan kasus Covid-19 per hari. Dari penelitian tersebut, setelah adanya peningkatan masyarakat yang di rumah saja, prediksi kasus Covid-19 menurun dua pekan kemudian terbukti.

4.000-an PDP Meninggal, Angka Kematian Covid-19 Diduga Jauh Lebih Tinggi

Sayangnya, sejak awal bulan puasa atau Ramadan 1441 H tren kasus Covid-19 di Jakarta mulai tumbuh lagi. "Di bulan Mei, jumlah laporan kasus per hari mengalami peningkatan kembali, seakan kita menuju gelombang II. Ini terjadi utamanya justru sesudah bulan suci Ramadan," ujar Anies.

Ngabuburit

Menurut Anies, hal ini akibat kecenderungan masyarakat untuk keluar pada sore dan malam hari.

4 Antivirus Corona Buatan Indonesia Dipatenkan, Seberapa Efektif?

"Bila kita ingin menuntaskan ini, maka kita harus disiplin berada di rumah, di sore dan malam hari tetap berada di rumah. Tujuan kita adalah membawa laporan kasus ini turun kembali ke bawah," ungkap Anies

Anies berharap lebih banyak lagi warga DKI Jakarta yang disiplin tak keluar rumah, dengan harapan mencapai 70 persen. Tujuannya agar pertumbuhan kasus Covid-19 kembali melambat.

Target Jokowi 10.000 Tes Covid-19 Masih Meleset, Ada Apa Indonesia?

Anies menekankan bahwa seluruh warga DKI Jakarta punya kepentingan menarik kembali tren kasus per hari agar kembali melambat.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho