Wakil Ketua DPRD Solo, Taufiqurrahman (kedua dari kiri), melihat kondisi saluran sanitasi di Kelurahan Mojo, Pasar Kliwon, yang sering mengeluarkan kotoran saat turun hujan, Selasa (12/11/2019) siang. (Solopos/Kurniawan)

Solopos.com, SOLO -- Saluran sanitasi di perbatasan wilayah RT 003 dan RT 004, RW 007 Kelurahan Mojo, Pasar Kliwon, Solo, bocor dan sering mengeluarkan kotoran manusia saat hujan.

Warga dibuat kelimpungan ketika ada kotoran yang tiba-tiba menyembul dan tercecer di sekitar lubang pintu sanitasi. Bila dibiarkan tentu saja kotoran manusia itu akan menimbulkan bau tidak sedap dan mengundang bibit penyakit.

Kendati sudah dilaporkan ke pihak-pihak terkait, belum juga ada tindakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Persoalan itu mengundang perhatian Wakil Ketua DPRD Solo dari Dapil I Solo (Pasar Kliwon), Taufiqurrahman.

Hujan Es Dan Angin Kencang, Jalan Bekonang-Sukoharjo Sempat Terputus

Politikus Partai Golkar itu melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk melihat langsung permasalahan yang sudah terjadi dua tahun terakhir itu. Dalam kesempatan itu Taufiqurrahman juga menjaring masukan dari warga setempat.

Ketua RW 007 Mojo, Samin, menuturkan sebenarnya persoalan saluran sanitasi di wilayahnya yang sering mengeluarkan kotoran sudah dilaporkan. Tapi hingga kini belum ada tindakan nyata untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Warga sempat mau gotong royong memperbaiki sendiri kebocoran saluran sanitasi. Tapi karena ternyata biayanya mencapai Rp20 juta hingga Rp30 juta, rencana itu batal. Kami akhirnya melapor kepada Pak Taufiqurrahman,” tutur dia.

Pilkada Solo: Rudy Sebut DPP PDIP Langgar Aturan Jika Rekomendasikan Gibran

Samin berharap segera ada tindakan nyata untuk mengatasi kebocoran saluran sanitasi menyusul sudah datangnya penghujan. Bila tak segera diperbaiki, dipastikan warga akan semakin kerepotan dengan kotoran yang keluar.

“Kasihan warga bila tidak segera ada perbaikan. Kalau hujan turun pasti ada kotoran yang menyembul keluar dari lubang pintu sanitasi. Permasalahannya karena lokasi di sini lebih rendah dari lokasi jalur pembuangannya,” urai dia.

Penuturan senada disampaikan Taufiqurrahman. Menurut dia, kotoran dari saluran sanitasi menyembul keluar lantaran posisi saluran di wilayah RW 007 lebih rendah dari posisi saluran di pusat IPAL nya.

Jangan Percaya Broadcast! Pemkab Boyolali Belum Tentukan Perincian Formasi CPNS

Dia meminta Perumda Air Minum Solo segera mengecek lokasi dan mencarikan solusi. “Kasihan warga kalau dibiarkan. Apalagi di tempat lain ada fenomena permasalahan yang sama walau belum separah ini,” terang dia.

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Perumda Air Minum Toya Wening (PDAM) Solo, Bayu Tunggul, mengatakan segera mengirim tim ke lokasi saluran sanitasi bermasalah di Mojo. Tujuannya mengidentifikasi persoalan saluran.

Dari situ bisa ditentukan mekanisme solusinya seperti apa. “Harus dicek lapangan dulu, apakah saluran tersumbat atau karena konstruksi. Proyek itu dari Satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Provinsi Jateng,” ujar dia.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten