Tim BPBD bersama warga mengevakuasi mobil Toyota Calya yang tertimpa pohon di jalan raya Bekonang- Sukoharjo, Senin (11/11/2019). (Istimewa)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Hujan es disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Senin (11/11/2019) sore. Peristiwa ini mengakibatkan jalan raya Bekonang-Sukoharjo sempat terputus lantaran tertutup pohon tumbang di tengah jalan.

Akses jalan untuk sementara dialihkan ke jalan lainnya. Pohon tumbang juga menimpa mobil yang terparkir di pinggir jalan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, hujan es disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Angin kencang itu menyapu lima desa di Mojolaban, yakni Wirun, Palur, Gadingan, Plumbon, dan Demakan.

"Semula langit terang benderang lalu berubah menjadi gelap. Kemudian turun hujan dan angin kencang," kata salah satu warga Pancuran, Desa Demakan, Mojolaban, Kristiawan, 45, saat dijumpai Solopos.com di kediamannya.

1.100 Eks Karyawan Tyfountex Geruduk Kantor Disnaker Sukoharjo, Ini Tuntutan Mereka

Dia mengatakan hujan yang turun tak seperti biasanya. Kali ini hujan turun seperti bola-bola permen dengan sangat keras dan menimbulkan suara kencang saat menimpa genting rumahnya. "Saat saya cek ke luar ternyata hujan es," ungkapnya.

Hujan disertai angin kencang ini berlangsung sekitar 15 menit. Akibat angin kencang banyak pohon tumbang dan genting rumah warga beterbangan. Pohon tumbang selain memutus jalan Bekonang-Sukoharjo juga menimpa kendaraan dan rumah warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan pohon tumbang menimpa sebuah mobil Toyota Calya AD 8493 U milik Zainal Abidin.

Tim BPBD bersama sukarelawan dibantu TNI dan Polri melakukan proses evakuasi pohon tumbang. Prioritasnya pohon tumbang yang menutup jalan dan menimpa bangunan.

Mulai Layani Pasien, Ini Daftar Tarif Rawat Inap dan Fasilitas RS JIH Solo

Hingga Senin sore proses evakuasi masih dilakukan termasuk mendata rumah atau bangunan rusak akibat angin kencang tersebut. Dia mengatakan bencana angin kencang ini merupakan kali kedua menerjang Mojolaban.

Sebelumnya hujan dan angin kencang menerjang kawasan Mojolaban dan Polokarto pada Senin (28/10/2019). BPBD mencatat kerugian akibat angin kencang yang memorak-porandakan wilayah itu mencapai Rp851,8 juta.

Secara keseluruhan jumlah rumah dan bangunan fasilitas publik rusak ringan hingga berat tercatat 234 unit. Pembenahan bangunan rusak tersebut telah dikerjakan dengan melibatkan warga setempat.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten