Tutup Iklan
Fair & Lovely Terbentur Isu Rasial di India, Unilever Indonesia akan Ubah Kemasan?

Solopos.com, JAKARTA -- Emiten konsumer PT Unilever Indonesia Tbk. belum memberi sinyal apakah akan menarik produk Fair & Lovely terkait isu rasial terhadap produk tersebut di India. Unilever justru menyebut perusahaan tengah membuat rencana untuk Fair & Lovely. Apa itu?

Dikutip dari pemberitaan sebelumnya, Unilever Plc. berencana mengganti merek krim pemutih Fair & Lovely karena reaksi keras publik atas branding produk itu. Produk krim wajah tersebut menjual istilah mencerahkan dan memutihkan di kemasannya.

Branding tersebut dianggap publik memburamkan keberagaman dan memperjelas identitas cantik berdasarkan warna kulit seorang wanita.

Liverpool Masih Berpeluang Pecahkan 4 Rekor di Liga Inggris, Apa Saja?

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Bisnis.com pada Kamis (9/7/2020), Direktur Beauty and Personal Care Unilever Indonesia Ira Noviarti mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan konsumen secara bertanggung jawab.

“Kami terus mengembangkan kategori produk sembari memastikan bahwa pesan-pesan yang disampaikan melalui brand kami mampu mencerminkan sekaligus menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan konsumen, menuju pola pikir yang positif dan semangat inklusivitas,” tulis Ira dalam keterangan tersebut.

Khususnya pada definisi kecantikan, Unilever Indonesia percaya pada prinsip-prinsip yang menjunjung tinggi kecantikan yang positif dengan memungkinkan setiap orang menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri. Pihaknya juga mengedepankan keberagaman dan inklusivitas.

Corona Menyebar Lewat Udara? Gusgas Covid-19 Klaten Tunggu Konfirmasi Kemenkes

“Kami yakin bahwa kecantikan harus menjadi pengalaman positif bagi setiap perempuan, terlepas dari apapun warna kulitnya. Kami percaya bahwa semua warna kulit bisa cantik, cerah, dan bercahaya [glowing] jika dirawat dengan baik dan sehat,” sambungnya.

Dengan demikian, perseroan sedang mempersiapkan rencana untuk produk Fair & Lovely yang akan diumumkan segera. Namun, dalam rilis tersebut tidak dijelaskan detail rencana dimaksud.

Di Indonesia, produk krim pemutih Fair & Lovely hadir sejak tahun 2011. Tak hanya jualan, Unilever Indonesia, melalui program CSR, juga berinisiatif memberikan akses pendidikan kepada wanita Indonesia melalui program 'air & Lovely Bintang Beasiswa.

Akhirnya Bertemu Yan Vellia, Istri Pertama Didi Kempot Lega

Kinerja Unilever Indonesia

Sejak 2017, program tersebut telah membantu 150 wanita muda Indonesia mendekat ke cita-citanya dalam bentuk beasiswa. Bantuan pendidikan itu diberikan untuk melanjutkan pendidikan tinggi namun terkendala secara finansial.

Sebelumnya, Presiden divisi kecantikan dan perawatan personal Unilever NV Sunny Jain mengatakan pihaknya menyadari bahwa penggunaan kata-kata fair, white, dan light menunjukkan impian kecantikan singular yang ternyata tidak tepat. Oleh karena itu, perusahaan yang mendunia tersebut berencana mengubah bagaimana produk Fair & Lovely diiklankan.

Di sisi lain, kinerja Unilever Indonesia cukup meyakinkan. Emiten berkode saham UNVR tersebut meraup total omzet Rp11,15 triliun, naik 4,6 persen secara tahunan pada triwulan pertama tahun ini.

Kasus Covid-19 Ponorogo Meledak, Ada Tambahan 11 Pasien Positif Baru Hari Ini

Perseroan menekan sedikit harga pokok penjualan menjadi Rp5,3 triliun. Hal itu membuat laba tahun berjalan perseroan menanjak 6,5 persen secara tahunan menjadi Rp1,86 triliun.

Berdasarkan segmen, penjualan dari lini produk kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh mendominasi 70,34 persen dari total pendapatan perseroan.

Di lantai bursa, pada penutupan perdagangan Kamis (9/7/2020) saham UNVR masih berada pada zona merah. Saham UNVR turun sebesar 1,54 persen atau 125 poin ke level Rp7.975 per lembar.

Sumber: Bisnis.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho