Epidemiolog: Awas Gelombang Covid-19 dari Pendaftaran Mahasiswa Baru!
Ilustrasi mahasiswa Jogja (ugm.ac.id)

Solopos.com, JOGJA -- Pakar epidemiologi mengingatkan potensi gelombang baru penularan Covid-19 saat pendaftaran mahasiswa di perguruan tinggi, termasuk di Daerah Istimwa Yogyakarta (DIY). Itu jika masyarakat dan pemerintah tidak siap menghadapinya.

Hal itu diungkapkan oleh ahli epidemologi UGM, Riris Andono Ahmad. Dia menuturkan untuk mengetahui apakah terjadi gelombang kedua akibat pemudik saat lebaran, perlu dilihat setidaknya 14 hari setelah hari raya.

Belum Aman, Ganjar Tak Buru-Buru Buka Sekolah di Jateng

“Kalau kasus akhir-akhir ini cenderung turun. Kalau memang terjadi penularan saat lebaran, dampaknya kemungkinan baru muncul 14 hari setelah lebaran, itu lama masa inkubasinya,” kata dia, Kamis (4/6/2020).

Dengan dibukanya pendaftaran perguruan tinggi dan kedatangan mahasiswa, hal ini berpotensi memunculkan gelombang baru penularan Covid-19. “Setiap mobilitas penduduk yang besar akan menimbulkan resiko baru,” kata Riris.

13 Warga Ngerangan Klaten Rapid Test, Keluarga Jenazah Covid-19 Dilarang Hajatan

Meski demikian, terjadi atau tidaknya gelombang baru ini juga dipengaruhi oleh kesiapan pemerintah dan masyarakat. Untuk menjaga agar tetap kondusif, ia menyarankan pendaftaran dan kedatangan mahasiswa diatur agar meminimalisir kerumunan.

Salah satu pencegahan kerumunan itu adalah pendaftaran mahasiswa secara online sehingga mencegah gelombang penularan Covid-19.

Kejar Target 30.000 Tes Covid-19, Pemerintah Rekrut Banyak Relawan

“Dengan pendaftaran online, ketika datang tidak dalam gelombang yang besar, harus ada manajemen kedatangan mahasiswa. Kemudian pola orientasi mahasiswa juga harus diubah dan seterusnya,” ungkapnya.

Sementara itu, beberapa perguruan tinggi telah menyiapkan kuliah online selama pandemi atau penerapan new normal. Rencana penerapan new normal mulai dipersiapkan Universitas Gadjah Mada dalam mekanisme perkuliahannya.

Puncak Covid-19 Indonesia Belum Lewat, Pakar Peringatkan Risiko New Normal

Kuliah Online

Setelah pendaftaran mahasiswa, perguruan tinggi terbesar di Jateng-DIY itu telah menyiapkan peralihan sistem untuk mencegah penularan Covid-19. Kampus ini masih akan menerapkan kuliah daring pada semester ganjil yang akan dimulai bulan September mendatang.

Hal itu dikatakan 0leh Kepala Pusat Inovasi dan Kajian Akademik (PIKA) UGM, Hatma Suryatmojo. Dia menuturkan perkuliahan di UGM pada 2020/2021 mendatang baru akan mulai beralih ke pembelajaran tatap muka jika kondisi sudah memungkinkan.

Sudah Terlalu Banyak Iuran, Apindo Tegas Menolak Tapera

“Rencananya semester depan setengah semester pembelajaran daring hingga UTS, dan setelah itu harapannya sudah bisa masuk kelas. Tapi kalau kondisi tidak memungkinkan berarti satu semester akan secara penuh dilakukan daring,” kata Hatma, Kamis (4/6/2020).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho