Bangunan bekas Dalem Kewedanan Bekonang, Sukoharjo, Jumat (4/10/2019). (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Bangunan bergaya Jawa klasik perpaduan Eropa di Jl. Pemuda atau jalan raya Bekonang, Sukoharjo, itu tampak kontras dengan bangunan di sekitarnya yang lebih modern.

Bangunan itu adalah Dalem Kawedanan Bekonang, Sukoharjo yang merupakan salah satu bangunan cagar budaya (BCB). Bangunan yang dibangun pada 1921 ini dulunya merupakan rumah yang disediakan pemerintah untuk tempat tinggal Wedana Bekonang.

Memasuki Dalem Kawedanan Bekonang terdapat pendapa di bagian depan dan terdapat dua ruangan. Satu ruangan kini digunakan sebagai tempat monitor CCTV milik Dinas Perhubungan.

Kemudian masuk lebih dalam atau inti terdapat dua ruangan di bagian kanan dan kiri. Satu ruangan di sisi kanan untuk kantor pengelola Pasar Bekonang. Satu ruang lainnya dibiarkan kosong dan terkunci.

Baca juga: Asale Desa Singopadu Sragen Bukan Pertarungan 2 Ekor Singa

Anggota Staf Pasar Bekonang Parno mengatakan jika merujuk angka yang tertera pada gevel pendapa, Dalem Kawedanan Bekonang dibangun pada 1921. Rumah dinas ini dulunya tempat tinggal Wedana bersama keluarganya serta sejumlah abdi yang menjaga keamanan maupun kerumahtanggaan.

"Kawedanan Bekonang ini dulu meliputi wilayah Mojolaban, Polokarto, dan sekitarnya yang kala itu merupakan wilayah tersendiri," kata dia ketika berbincang dengan Solopos.com, Jumat (4/10/2019).

Merujuk sejarah, dia bercerita Kawedanan Bekonang, Kawedanan Larangan atau Sukoharjo, dan Kawedanan Kartasura bergabung menjadi Kabupaten Sukoharjo pada 15 Juli 1946. Sejak itulah Kawedanan Bekonang tidak difungsikan dan digantikan dengan Kecamatan Mojolaban.

Pernah Mangkrak

Bangunan Dalem Kawedanan Bekonang pernah digunakan sebagai kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pekerjaan Umum dan Pos Lantas. Selain itu juga untuk tempat berkegiatan lainnya.

"Bangunan bekas Dalem Kawedanan Bekonang pernah mangkrak lama hingga beberapa bagian bangunan rusak," katanya.

Pemkab Sukoharjo lantas merevitalisasi bekas Dalem Kawedanan Bekonang tersebut. Revitalisasi gedung tersebut sekaligus upaya penyelamatan heritage di Kabupaten Makmur.

Baca juga: Asale Gunung Kunci Kartasura Sukoharjo Dulu Tempat Santai Raja

Revitalisasi gedung tersebut tanpa mengubah esensi bentuk aslinya. Mulai jumlah ruangan, bentuk teras, atap, pagar, hingga tiang penyangganya semua masih asli.

Pemkab hanya mengembalikan sejumlah papan pagar yang rusak, hilang, serta meninggikan ompak teras. Sisa lahan bagian belakang, dibangun taman khas kerajaan, serta perlengkapan dapur dan kamar mandi.

“Kalau model kamar persinggahan raja, ruang tamu, dan temboknya masih utuh,” paparnya.

Gedung yang bersebelahan dengan Pasar Bekonang tersebut kini pun digunakan sebagai kantor pasar. Gedung bekas Dalem Kawedanan juga sering digunakan sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan kemasyarakatan seperti sosialisasi program dan penyuluhan.

Baca juga: Asale Desa Dalangan Sukoharjo dari Larangan Melewati Pohon Keramat

Camat Mojolaban Iwan Setiyono mengatakan bangunan bekas Dalem Kawedanan Bekonang memiliki nilai sejarah tinggi. Dalem Kawedanan yang arsitekturnya Jawa klasik itu bukan saja menunjukkan kemegahan, tapi juga menawarkan keindahan, ketenangan, serta menyimbolkan hidup sehat.

"Jendela yang ada di masing-masing ruangan sangat besar sehingga sirkulasi udaranya bagus, tidak perlu menggunakan pendingin ruangan udaranya sejuk dan tidak panas," katanya.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten