Sendang Pancuran Demakan di Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, memiliki tujuh mata air. (Solopos-Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Gapura perpaduan warna kuning dan biru menjadi tanda memasuki kawasan Sendang Pancuran Demakan, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah. Gapura tanpa identitas ini dibangun dengan pagar yang mengelilingi kawasan Sendang Pancuran tersebut.

Suasana hening terasa saat tiba di lokasi sendang yang berada di Dukuh Pancuran, Demakan. Pepohonan berusia puluhan tahun menambah sejuk suasana di sana. Tembok penyekat dibangun di masing-masing mata air. Beberapa orang datang ke lokasi tersebut.

Di sana terdapat tujuh sendang masing-masing sendang Dewi Kunti, sendang Kamulyanan, sendang Tolakbala, sendang Segerwaras, sendang Putriayu, sendang pengantin Kakung dan Putri.

Warga sekitar, Harso, 80, menceritakan asal-usul sendang Pancuran semula hanya rawa-rawa yang kemudian ditemukan sumber air di kawasan tersebut. Sumber air ini menurutnya tidak pernah mengering di musim kemarau panjang sekalipun.

"Dari cerita turun temurun yang saya dapatkan, bahwa dulu kawasan itu adalah rawa-rawa. Kemudian oleh orang Keraton ditemukan sumber air yang tidak pernah mengering," kata dia ketika berbincang dengan solopos.com, Kamis (23/5/2019).

Munculnya sumber air ini dari mulut ke mulut langsung menyebar ke masyarakat sekitar hingga ke daerah lain. Di mana saat kondisi di berbagai daerah mengalami kekeringan, di kawasan tersebut sumber airnya tidak mengering.

Masyarakat pun lantas berbondong-bondong datang ke kawasan itu. Cerita rakyat yang berkembang di masyarakat mata air itu dipercaya memiliki khasiat masing-masing.

Penjaga Sendang Pancuran Demakan, Ngadimun alias Trucuk, mengatakan setiap malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon banyak warga berdatangan ke sendang Pancuran. Mereka datang untuk berendam dan mandi.

Sumber air sendang pancuran tidak mengandung kapur dan belerang. Banyak warga yang merasa cocok sehabis mandi bahkan beberapa yang memiliki penyakit seperti stroke, asam urat, dan pegel linu dan lainnya bisa sembuh.

"Tapi ya itu tadi. Jangan gunakan mesum," katanya.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten