Debat II Pilkada Klaten Berjalan Lebih Dinamis, Cawabup Unjuk Gigi
Debat Publik Pilkada Klaten putaran kedua digelar Rabu (2/12/2020) malam. (Istimewa/KPU Klaten)

Solopos.com, KLATEN – Debat publik putaran kedua pasangan calon bupati dan calon wakil bupati (Cabup-Cawabup) Klaten lebih dinamis dibandingkan debat pada putaran pertama. Debat tak lagi didominasi para cabup.

Cabup dan cawabup beberapa kali berbagi peran menjawab pertanyaan, melontarkan pertanyaan, hingga menyampaikan pernyataan. Debat putaran kedua digelar di Tjokro Hotel Klaten, Rabu (2/12/2020) pukul 19.30 WIB-21.30 WIB. Debat diikuti tiga pasangan calon yakni nomor urut 1 Sri Mulyani-Yoga Hardaya (Mulyo), nomor urut 2 One Krisnata-Muhammad Fajri (ORI), nomor urut 3 Arif Budiyono-Harjanta (ABY-HJT).

Debat dibagi dalam enam segmen dengan tema debat Menuju Klaten Bersinar yang Maju, Inovatif, dan Sejahtera. Pokok bahasan pada debat publik putaran kedua meliputi agama dan kerukunan hidup beragama, dan pendidikan. Kemudian pemberdayaan perempuan dan anak, lingkungan hidup dan pembangunan infrastruktur, serta pelayanan publik pemerintahan.

APBD Klaten 2021 Disahkan, Pendapatan Daerah Rp2,158 Triliun

Pada beberapa kesempatan, para cawabup ikut menjawab pertanyaan. Seperti cawabup nomor urut 3, Harjanta, yang menambahi komentar cabup Arif Budiyono. Saat itu mereka menanggapi pertanyaan dari panelis yang disampaikan moderator terkait terobosan bagi sekolah negeri dalam menghadapi persaingan ketat dengan sekolah swasta.

“Untuk peningkatan mutu guru perlu juga dilatih profesional. Kedua pendidikan harus di atas tingkat. Sekarang dari SD minimal [jenjang pendidikan guru] sarjana, SMP minimal S2, sementara perguruan tinggi minimal S3,” kata Harjanta.

Profesionalitas PNS

Cawabup nomor urut 2, Muhammad Fajri, juga tampil menjawab sejumlah pertanyaan. Selain itu, Fajri juga ikut melontarkan pertanyaan saat segmen debat komunikatif. Pada segmen ketiga, Fajri tampil menjawab pertanyaan panelis yang disampaikan moderator terkait strategis meningkatkan profesionalitas PNS.

KTNA Klaten Rintis Pengadaan Benih Mandiri, Begini Ceritanya…

“Penempatan SDM berdasarkan kompetensi yang ada hal itu bisa ditempuh dengan menyeleksi kesarjanaannya atau memberikan pendidikan dan pelatihan. Kedua kami akan membawa semangat kalau bisa dipermudah kenapa dipersulit. Ketiga kami akan mendekatkan pelayanan ke masyarakat. Klaten ada 26 kecamatan yang jaraknya masing-masing berjauhan menjadi baik terkait pusat pelayanan ditempatkan pada masing-masing kecamatan sehingga ada efisiensi mendapatkan pelayanan terbaik,” kata Fajri.

Cawabup nomor urut 1, Yoga Hardaya, juga tampil menambahi jawaban cabup, Sri Mulyani. Seperti saat tampil menambahi jawaban dari pertanyaan panelis yang disampaikan moderator terkait langkah konkret menurunkan angka kematian ibu. “Bu Sri Mulyani sudah ada program Matur Dokter sehingga ada pelayanan kesehatan yang lebih cepat dan dekat untuk masyarakat memberikan pelayanan khususnya kepada ibu dan anak,” kata Yoga.

Sektor Pertanian

Pada segmen kelima debat tersebut, para pasangan calon saling melontarkan pertanyaan dan menanggapi. Pasangan ABY-HJT bakal memaksimalkan lahan pertanian yang ada menanggapi pertanyaan dari pasangan ORI terkait kelangkaan pupuk yang dikeluhkan petani. ABY-HJT juga menyatakan selama ini kelangkaan pupuk menjadi permasalahan yang belum terselesaikan. Pada kesempatan itu ABY-HJT berjanji akan mencari akar permasalahan pupuk serta mendatangkan pupuk sebanyak-banyaknya ke Klaten.

Pantau Kunjungan Tamu di Tengah Covid-19, Barak Pengungsian di Balerante dan Tegalmulyo Klaten Dipasangi CCTV

Pasangan Mulyo berpendapat kelangkaan pupuk tak hanya terjadi di Klaten melainkan di berbagai daerah di Indonesia. “Perlu diketahui oleh pasangan 02 dan 03, pupuk menjadi kewenangan pemerintah pusat dalam subsidi pembagian kuotanya. Biar masyarakat tidak tergantung ke pemerintah, kami akan mengajak untuk beralih dari pupuk bersubsidi ke pupuk organik. Karena hasil pupuk organik hasi panen lebih baik, lebih sehat,” kata Mulyani.

Menanggapi jawaban itu, pasangan ORI menyampaikan gagasan mereka untuk menyiapkan konsep pembuatan pabrik pupuk sendiri di Klaten. “Kami ingin Klaten ke depan punya pabrik pupuk sendiri. Ada transisi dari kimia ke organik tetapi kami akan upayakan semuanya di Klaten,” kata Fajri.

Pendidikan

Di sisi lain, bidang pendidikan kembali menjadi salah satu pokok pembahasan pada debat publik putaran kedua. Pasangan ORI berpendapat zonasi sekolah selama ini menjadi persoalan di seluruh Indonesia. One bakal mengupayakan seluruh sekolah di Klaten merupakan sekolah unggulan. "Kami siapkan sarpras untuk sekolah, kami siapkan guru terbaik bersertifikat. Kami akan berikan pendidikan lebih kepada para guru kita,” kata One menjawab pertanyaan cara yang dilakukan untuk menciptakan zonasi bagi pendidik supaya fokus meningkatkan kualitas pendidikan.

Kajari Klaten Sarankan Warga Terima Uang Ganti Rugi Jalan Tol Solo-Jogja

Pasangan ABY-HJT menyatakan bakal meningkatkan kualitas guru negeri melalui pelatihan. Selain itu, mereka bakal meningkatkan infrastruktur pendidikan digital maupun yang dibutuhkan sehari-hari. “Ada perbaikan atau pelajaran tambahan untuk siswa negeri. di satu sisi ada penghargaan kepada guru agar guru bersemangat karena memang gaji guru negeri dengan swasta sangat jauh,” kata ABY menjawab pertanyaan terobosan yang akan dilakukan bagi sekolah negeri menghadapi persaingan ketat dengan sekolah swasta.

Indeks Pembangunan Manusia

Sementara itu, pasangan Mulyo mengatakan masalah pendidikan menjadi salah satu misi yang diusung. “Bidang pendidikan dan pemberdayaan perempuan dan anak selaras dengan misi kelima yaitu mewujudkan peningkatan kualitas SDM. Sasaran strategisnya digitalisasi pendidikan, sarana prasarana pendidikan, kesejahteraan guru, optimalisasi PKK desa. Menjadikan Klaten layak anak dari tingkat madya menjadi utama yang kesemuanya berujung kepada peningkatan IPM [Indeks Pembangunan Manusia] dari 75,29 menuju angka 77 dan angka indeks pembangunan gender 96,04 menjadi 97,” kata Mulyani saat menyampaikan visi dan misinya.

Salah satu panelis pada debat putaran kedua, Dr. Bramastia, mengatakan pertanyaan yang disiapkan panelis terkait pada bidang pendidikan dirumuskan dari berbagai masukan dari masyarakat ihwal permasalahan di bidang pendidikan selama ini. “Biarlah masyarakat Klaten yang menilai,” kata Bramastia saat dimintai tanggapan para pasangan calon dari pertanyaan di bidang pendidikan.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom