Tutup Iklan

Dapat Ganti Rugi Tol Solo-Jogja, Warga Klaten Ini Pengin Naik Haji Bareng Anak dan Istri

Luas tanah di Klaten terdampak jalan tol Solo-Jogja berkisar 4.071 bidang atau 3.728.114 meter persegi, tersebar di 50 desa di 11 kecamatan.

Dapat Ganti Rugi Tol Solo-Jogja, Warga Klaten Ini Pengin Naik Haji Bareng Anak dan Istri

SOLOPOS.COM - Warga mengikuti Musyawarah Penetapan Ganti Rugi Pengadaan Tanah Tol Kulon Progo-Jogja-Solo di Balai Desa Kranggan, Polanharjo, Selasa (16/3/2021). (Solopos-Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN — Mulyana, 52, warga Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Klaten, berkeinginan naik haji bersama istri dan anak-anaknya jika nanti telah memperoleh uang ganti rugi (UGR) lahan terdampak jalan tol Solo-Jogja senilai Rp724 juta.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, sejumlah orang di Kranggan menghadiri Musyawarah Penetapan Bentuk Ganti Kerugian Pengadaan Tanah Jalan Tol Kulon Progo-Jogja-Solo di balai desa setempat, Selasa (16/3/2021).

Acara itu juga dihadiri Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Agung Taufik Hidayat; Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Solo-Jogja, Wijayanto; Camat Polanharjo, Joko handoyo; Kepala Desa (Kades) Kranggan, Gunawan Budi Utomo; dan tamu undangan lainnya.

Baca juga: Klaten Belum Berani Gelar Uji Coba Sekolah Tatap Muka, Ini Sebabnya

Lantaran masih masa pandemi, seluruh peserta diwajibkan menaati protokol kesehatan. Di antaranya memakai masker, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan pakai sabun. Guna menghindari kerumunan, panitia musyawarah membagi kegiatan menjadi dua sesi.

“Sawah saya ikut terdampak jalan tol Solo-Jogja. Luasan yang terkena sekitar 1.103 meter persegi. Luas sawah secara keseluruhan mencapai 1.800 meter persegi. Dari luasan yang terdampak itu, saya akan memperoleh uang Rp724 juta. Per meter perseginya dihargai appraisal senilai Rp600.000. Itu sudah jauh lebih tinggi dari harga pasaran. Nilai jual objek pajak (NJOP) di sini senilai Rp250.000 per meter persegi. Saya setuju saja dengan penetapan harga ini,” kata Mulyana, saat ditemui wartawan di Balai Desa Kranggan, Selasa.

Kepentingan Pendidikan Anak-Anak

Mulyana mengaku sudah memiliki rencana untuk membelanjakan uangnya. Hal utama yang berada dibenaknya, yakni ingin menggunakan uang itu untuk naik haji bersama istri dan anak-anaknya.

Baca juga: Keren! Akuarium Ban Bekas Bikinan Pria Klaten Mejeng di Istana Merdeka hingga Dipesan Raffi Ahmad

Selain itu, uang tersebut akan ditabung untuk kepentingan pendidikan anak-anaknya. Mulyana memiliki satu istri dan empat anak.

“Saya ini masih kerja di Bekasi. Saya ambil cuti dua hari untuk mengikuti musyawarah penetapan ganti rugi hari ini. Saya sudah mengetahui nominal ganti rugi yang akan saya terima. Saya setuju saja. Nantinya, saya ingin naik haji bersama keluarga. Kalau tidak naik haji, minimal umrah terlebih dahulu,” katanya.

Kades Kranggan, Gunawan Budi Utomo, mengatakan total lahan yang terdampak jalan tol Solo-Jogja di desanya mencapai 131 bidang.

Baca juga: Sempat Tuai Pro Kontra, Anggota DPR Ini Dukung Nama Grha Megawati di Klaten

Hal itu termasuk 8.000 meter persegi tanah kas desa dan beberapa fasilitas umum (fasum)/fasilitas sosial (fasos), seperti bekas gedung SDN 2 Kranggan, satu musala, satu masjid, dan makam.

“Pemdes hanya memfasilitasi kegiatan ini. Di sini warga baru menerima laporan awal. Jadi, belum ada keputusan setuju dan tidak setuju. Terkait nominal, kami justru belum tahu detailnya,” katanya.

Lahan Pertanian

Hal senada dijelaskan Camat Polanharjo, Joko Handoyo. Sebagian lahan yang terdampak jalan tol di wilayahnya berupa lahan pertanian.

“Di Kranggan ini ada 131 bidang. Kami berharap, jalannya musyawarah berjalan lancar. Masyarakat bisa menyetujui dengan hasil musyawarah karena ini merupakan proyek strategis nasional,” katanya.

Baca juga: Sudah Dipasang Kamera CCTV, Maling Nekat Bobol Kotak Amal Masjid di Klaten

Untuk diketahui, luas tanah di Klaten yang terdampak jalan tol Solo-Jogja berkisar 4.071 bidang atau 3.728.114 meter persegi. Luas tersebut tersebar di 50 desa di 11 kecamatan.

Masing-masing kecamatan yang akan dilintasi jalan tol, seperti Polanharjo, Delanggu, Ceper, Karanganom, Ngawen, Karangnongko, Klaten Utara, Kebonarum, Jogonalan, Manisrenggo, dan Prambanan.

Berita Terkait

Berita Terkini

Kasus Covid-19 Melonjak, PLN Jaga Keandalan Listrik Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan

PLN berupaya memastikan keandalan pasokan listrik, khususnya untuk tempat-tempat vital penanganan pasien Covid-19.

37 Adegan Ungkap Fakta-Fakta Pembunuhan Wanita di Waduk Kembangan Sragen

Tersangka pembunuhan wanita di Waduk Kembangan, Karangmalang, Sragen, memeragakan 37 adegan pada rekonstruksi yang digelar Polres.

Rumah Sakit Kritis di Tengah Kasus Aktif Tertinggi

Sejumlah rumah sakit di Klaten akan menambah tempat tidur menyusul kondisinya yang mulai kritis, Kasus aktif Covid saat ini menjadi yang tertinggi sejak pandemi.

Varian Delta Disebut Lebih Cepat Menular, Ini Penjelasannya

Varian delta disebut menimbulkan gejala sakit kepala, tenggorokan dan pilek hingga flu berat.

Pengusaha Wonogiri Siap Berkolaborasi Atasi Kemiskinan

Para pengusaha di Kabupaten Wonogiri siap berkolaborasi mengatasi kemiskinan sesuai bidang usaha masing-masing.

Bekas Lahan Perusahaan Serat Terbesar Wonogiri Kini Ditanami Palawija

Saat ini, sudah tidak ada lagi warga Desa Wonoharjo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, yang memproduksi serat. Padahal, dulu ada perusahaan serat terbesar di situ.

Pemkab Sukoharjo Buka 827 Lowongan CPNS dan PPPK 2021

Sebanyak 827 formasi CPNS dan PPPK akan dibuka Pemkab Sukoharjo dalam rekrutmen pegawai pada 2021.

Perlukah Memberikan Suplemen untuk Anak? Ini Penjelasannya

Tak sedikit orang tua merasa bimbang perlukah memberikan suplemen untuk anak demi pemenuhan nutrisi mereka.

Buah Kesemek Khas Selo Boyolali, Direndam 6 Hari Baru Bisa Dikonsumsi

Petani Selo Boyolali mulai memanen buah kesemek yang merupakan buah khas setempat. Buah tersebut oleh masyarakat setempat kerap disebut dengan kledung.

Angka Positif Covid-19 Naik, Pemkot Madiun Batasi PKL Berjualan Sampai Pukul 21.00 WIB

Wali Kota Madiun kembali membatasi aktivtas masyarakat, termasuk warung dan kafe, agar beroperasi tak lebih dari pukul 21.00 WIB. Hal ini terkait melonjaknya kasus Covid-19 di Madiun.

TMMD Kabupaten Magelang Bantu Warga di Kaliangkrik

Program TMMD Sengkuyung  ini merupakan agenda rutin yang melibatkan TNI, pemkab serta masyarakat sebagai upaya untuk membangun infrastruktur serta SDM.

Siap-Siap! Anak Muda Sragen Bakal Di-Swab Antigen Acak!

Satgas Covid-19 Sragen bakal menggelar swab antigen secara acak dengan menyasar kalangan anak muda untuk menekan persebaran virus.