Corona Kadang Tak Bergejala, Warga Diminta Jaga Jarak di Rumah
Tenaga medis menunjukkan poster agar masyarakat tinggal di rumah. (Twitter @Hilmi28)

Solopos.com, SOLO – Pemerintah menyatakan kasus penyakit virus corona (Covid-19) kadang tak disertai dengan gejala atau hanya terlihat sakit ringan. Untuk mencegah penularannya, warga diminta jaga jarak di rumah setidaknya 1,5 meter.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, menyampaikan selama ini sakit Covid-19 tidak selalu didominasi dengan gejala terlihat sakit berat atau terlihat sakit. Banyak juga kasus positif Covid-19 justru tanpa disertai gejala sama sekali.

Sehat dan Sempat Pulang, Pasien RSUD Wonogiri Positif Corona

“Inilah penting mengapa kita harus jaga jarak baik di rumah maupun di luar rumah. [jaga jarak sedikitnya] lebih 1,5 meter,” kata Yuri, sapaan akrabnya, saat memberikan keterangan pers yang disiarkan secara langsung dalam kanal Youtube, Rabu (25/3/2020).

Pembatasan jarak itu guna menghindari percikan ludah atau droplet yang keluar saat batuk, bersin maupun berbicara. Droplet yang masuk ke saluran pernapasan bisa memicu muncul sakit serupa.

Ibu Presiden Jokowi Tutup Usia, Camat Gondangrejo Karanganyar Siapkan Makam

Tak hanya itu, droplet itu juga bisa menempel di benda-benda di sekitar manusia. Saat tersentuh oleh tangan lalu tangan dipakai untuk makan, menyentuh hidung atau mengucek mata juga bisa menularkan sakit.

“Maka jarak kontak menjadi kunci pengendalian persebaran Covid-19. Mestinya ini bukan pekerjaan sulit. Kami berharap peran serta masyarakat bukan hanya menjaga jarak tapi selalu mengingatkan orang lain menjaga jarak,” pesan Yuri.

Ria Ricis Akhirnya Minta Maaf Soal Syuting Web Series yang Diprotes

Segera Periksa Jika Sakit

Yuri meminta kepada warga yang merasa sakit dengan gejala mirip influenza agar segera periksa ke fasilitas kesehatan. Warga juga diminta mengenakan masker agar droplet tidak menyebar.

Pembangunan Belum Rampung, Markas Baru Persebi Boyolali Jadi Sasaran Vandalisme

“Bisa saja ini Covid-19 tapi bisa juga bukan Covid-19. Tidak perlu menebak-nebak senidiri dirinya sakit Covid-19 tapi berkonsultasilah,” pesan dia.

Selanjutnya adalah mulai menjalani karantina mandiri. Selama karantina, warga bisa mengakses layanan online untuk pemantauan diri. Layanan online misalnya call center 119 ext 9. Selain itu, ada beberapa aplikasi online seperti sehatpedia, halodoc, gojek, dan lainnya.

Riwayat Ibu Presiden Jokowi Sudjiatmi Notomihardjo, Dari Tukang Jahit ke Bisnis Kayu

“Silahkan dimanfaatkan karena ini akan mendapatkan panduan yang benar. Jangan pakai panduan yang salah dan tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tutur Yuri.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

SOLOPOS TV



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho