Para pekerja mendatangi RSUD Tugurejo, Semarang, Selasa (8/1/2020) malam. (Semarangpos.com-KSPI Jateng)

Solopos.com, SEMARANG — Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jawa Tengah (Jateng) mendesak pihak RSUD Tugurejo, Kota Semarang, memberikan pertanggungjawaban atas meninggalnya Suwarti, buruh PT Randugarut Plastik Indonesia. Suwarti meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng itu, Selasa (7/1/2020).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan (FSP KEP) KSPI Jateng, Ahmad Zainuddin, mengatakan sebelum meninggal dunia, Suwarti memang mengalami kondisi yang tidak sehat.

Kondisi itu dirasakan Suwarti saat berada di tempat kerja. Oleh pihak perusahaan pun Suwarti lantas diantar ke RS Tugurejo untuk mendapat perawatan. Namun, pihak RSUD Tugurejo menyatakan Suwarti bisa menjalani rawat jalan dan diizinkan pulang.

“Tapi saat diantar pulang ke rumah, di perjalanan kondisi Suwarti memburuk. Ia sempat muntah-muntah dan kembali dilarikan ke RS dan dinyatakan rawat inap. Tapi, selang dua jam, dia meninggal dunia,” ujar Zainuddin saat dihubungi Solopos.com, Rabu (8/1/2019) pagi.

Meninggalnya Suwarti itu pun menimbulkan tanda tanya bagi rekan-rekan sesama pekerja. Terlebih lagi, mereka tidak mendapat penjelasan detail dari RS Tugurejo terkait sakit yang diderita korban.

Kondisi itu pun membuat puluhan pekerja PT Randugarut Plastik mendatangi RS Tugurejo pada Selasa malam. Mereka bahkan menggelar tahlilan di RS Tugurejo untuk mendoakan rekannya yang meninggal dunia saat menjalani perawatan.

“Tiga hal yang kami minta! Kami minta penjelasan dari pihak rumah sakit, siapa yang menangani? Bagaimana pemeriksaannya? Bagaimana pertanggungjawaban dari pihak rumah sakit atas kejadian ini?” ujar Zainuddin.

Zainuddin mengatakan berdasarkan dari keterangan rekan-rekan almarhum, Suwarti tidak memiliki riwayat sakit menahun. Bahkan sebelum berangkat kerja, Suwarti terlihat dalam kondisi sehat dan terlihat bercanda dengan rekan-rekannya.

Sementara itu, Koordinator Humas RSUD Tugurejo, Endriawan, menyatakan belum bisa memberikan keterangan secara detail terkait penyebab kematian korban.

“Untuk saat ini kami belum bisa memberikan info dikarenakan sedang dalam proses audit. Nanti hasil klarifikasi kami sampaikan,” ujar Endriawan dalam pesan tertulis melalui aplikasi Whatsapps (WA) kepada Solopos.com, Rabu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten