Bos Ternak Semut Rangrang Sragen Dicokok Polisi, Mitra Bingung Uang Puluhan Juta Belum Kembali
Warga melintasi jalan di antara dua gudang yang pernah dipakai untuk ternak rangrang di Dukuh Kroyo, Desa Taraman, Sidoharjo, Sragen, Senin (10/8/2020). (Solopos/Moh Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN -- Mitra bisnis Sugiyono, bos CV Mitra Sukses Bersama atau MBS yang bergerak di bisnis ternak semut rangrang di Sidoharjo, Sragen, kini bingung lantaran uang mereka belum kembali.

Sugiyono diciduk penyidik Polda Jateng pada Senin (3/8/2020) lalu. Foto warga Dukuh Kroyo, Desa Taraman, Sidoharjo, Sragen, itu yang mengenakan baju tahanan warna biru nomo 56 beredar di grup-grup Whatsapp warga beberapa waktu terakhir.

Dalam foto berlatar Kantor Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Polda Jateng itu, mantan Sekretaris Desa Taraman dan PNS di lingkungan Pemkab Sragen itu diapit dua pria. Salah satu pria berseragam polisi dan seorang berkemeja putih dan bercelana jin yang diduga seorang penyidik.

Bos Ternak Semut Rangrang Sidoharjo Sragen Ditangkap Aparat Polda Jateng

Wagiman, 54, salah satu mitra bisnis Sugiyono, kini bingung ke mana harus meminta kembali uang modal yang sudah disetorkannya ke bos ternak semut rangrang di Sragen itu.

Wagiman mengaku sudah mengeluarkan uang Rp60 juta untuk membeli 40 paket ternak rangrang pada April 2019 lalu. Pada awalnya, dia enggan bergabung dalam bisnis ternak rangrang itu.

Iming-Iming Untung Besar

Akan tetapi, pendirian ia goyah karena mendapat iming-iming untung besar dari para mitra yang sudah bergabung lebih dulu. Baru dua bulan jalan, usaha ternak semut rangrang milik bos asal Taraman, Sidoharjo, Sragen, itu kolaps pada Juni 2019.

Tukang Cukur di Kartasura Sukoharjo Jadi Klaster Baru Covid-19, Begini Ceritanya

“Sedianya jadwal panen saya itu bulan 10 [Oktober], tapi baru dua bulan jalan gudangnya sudah tutup. Sampai sekarang, saya belum mendapatkan uang saya kembali sepeser pun,” terang Wagiman.

Wagiman mengaku sudah sering meminta uangnya tersebut kepada Suwono, adik Sugiyono yang juga menjadi koordinator di usaha bisnis ternak semut rangrang itu. Akan tetapi, ia hanya diberi janji pelunasan uang yang tak kunjung direalisasikan.

Hingga Suwono meninggal dunia pada Selasa (4/8/2020) atau sehari setelah kakaknya yang juga bos bisnis ternak semut rangrang di Sidoharjo, Sragen, itu ditangkap polisi, Wagiman belum menerima uangnya kembali.

5 Jam Yang Mencekam! Saksi Mata Kisahkan Peristiwa Kericuhan di Mertodranan Solo

“Sekarang Pak Sugiyono malah terjerat hukum. Kami belum dapat kabar kapan uang saya kembali,” keluhnya.

Wagiman menjelaskan sekitar 60% atau 100-an warga Dukuh Kroyo yang dihuni 170 keluarga bergabung jadi mitra bisnis ternak rangrang yang dipimpin Sugiyono sejak 2014. Ada dua warga yang telah mengeluarkan uang masing-masing Rp850 juta dan Rp825 juta dengan harapan bisa mendapat untung besar.

“Jika ditotal, uang dari mitra dari dukuh ini terkumpul Rp10 miliar. Itu belum dari mitra di luar desa dan luar kota,” beber Wagiman.

Kasus Positif Covid-19 Rambah Perkantoran, Pemkot Solo Terapkan WFH Lagi?

Adik Kandung Meninggal

Sementara itu, saat Solopos.com bertamu ke rumah bos bisnis ternak semut rangrang di Taraman, Sidoharjo, Sragen, Senin (10/8/2020), tidak ada orang yang bisa dijumpai di sana. Ketukan pintu dan ucapan salam tidak mendapat jawaban dari dalam rumah.

“Pak Sugiyono sempat memimpin serah terima pengantin di Kerjo Karanganyar pada Minggu [2/8/2020]. Sehari setelahnya, Senin, dia dijemput polisi dari Polda Jateng. Setelah itu, beredar foto yang menunjukkan Pak Sugiyono mengenakan baju tahanan itu,” papar Mulyono, 50, tetangga Sugiyono, yang ditemui Solopos.com di Dukuh Kroyo.

Didukung Koalisi 9 Parpol, Arif Budiyono-Harjanta Siap Menangi Pilkada Klaten 2020

Tepat sehari setelah Sugiyono ditangkap, adik kandungnya, Suwono, yang juga menjadi koordinator bisnis ternak semut rangrang itu meninggal dunia pada Selasa (4/8/2020) malam.

“Pada Jumat [7/8/2020], saya melihat dia sempat pulang ke rumah. Namun, pada Sabtu [8/8/2020] malam, ada dua mobil yang datang ke rumahnya. Mobil itu kemudian pergi, diikuti mobil milik dia [Sugiyono]. Setelah itu, saya belum melihat dia lagi,” ujar Mulyono.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom