Tutup Iklan
Ilustrasi kantor Microsoft. (Reuters)

Solopos.com, SOLO — Di Indonesia dan beberapa negara lain, bekerja selama lima hari hingga enam hari dalam sepekan adalah hal yang lazim. Di tengah sistem yang lazim itu, beberapa peruhaan besar di dunia mulai melakukan perubahan.

Salah satu perusahaan teknologi yang bergerak di bidang perangkat lunak, Microsoft, mulai menerapkan sistem empat hari kerja dalam sepekan. Hasilnya, para karyawan justru lebih produktif ketimbang saat harus bekerja lima hari dalam sepekan.

Dikutip dari Detik.com, Rabu (6/11/2019), perusahaan raksasa itu sudah menjajal sistem empat hari kerja di Jepang pada Agustus silam. Para karyawan hanya bekerja dari Senin hingga Kamis dan libur dari Jumat hingga Minggu.

Meski jam kerja banyak terpangkas, produktivitas justru naik 40% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain hari kerja, waktu rapat juga dipotong dan tidak boleh lebih dari setengah jam. Pegawai didorong untuk berdiskusi melalui layanan perpesanan pada ponsel mereka.

Dengan tutup lebih awal, maka perusahaan juga bisa menghemat sumber daya seperti listrik dan kertas. Dari survei yang digelar, 92% karyawan Microsoft senang dengan program empat hari kerja.

"Bekerja di waktu yang pendek, istirahat yang baik dan banyak belajar. Saya ingin karyawan berpikir dan mengalami bagaimana mencapai hasil yang sama dengan waktu kerja 20% lebih rendah," kata presiden Microsoft Jepang, Takuya Hirano.

Microsoft pun ingin menggelar program lanjutan. Selain itu, mereka berencana pula memberikan subisidi sampai US$ 920 atau atau sekitar Rp12 juta jika karyawan dan keluarga ingin liburan.

Di Jepang, karyawan biasa bekerja begitu panjang, bahkan ada beberapa kasus bunuh diri karenanya. Perusahaan dan pemerintah Jepang pun mencoba mencari solusinya, misalnya pegawai diminta pulang lebih cepat pada hari Jumat.

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten