Berulangkali Lakukan KDRT, Rizky Billar Sulit Lepas dari Jeratan Pidana

Polisi juga meminta Lesti Kejora untuk melakukan visum untuk melengkapi laporannya.

 Rizky Billar dan Lesti Kejora. (Instagram/@rizkybillar)

SOLOPOS.COM - Rizky Billar dan Lesti Kejora. (Instagram/@rizkybillar)

Solopos.com, JAKARTA — Artis Rizky Billar sepertinya akan sulit lepas dari jeratan penjara. Aksi penganiayaan yang dilakukannya terhadap sang istri, pedangdut Lesti Kejora diduga dilakukan berulang kali.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengungkapkan berdasarkan pengakuan Lesti Kejora, Rizky Billar berulangkali melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Kali terakhir kekerasan yang dialami Lesti Kejora terjadi pada 28 September 2022 pukul 01.51 WIB dini hari di rumah mereka di Cilandak, Jakarta Selatan.

“Saudara Muhammad Rizky (Rizky Billar) ini melakukan kekerasan fisik. Terlapor berusaha mendorong dan membanting korban ke kasur dan mencekik leher korban, sehingga jatuh ke lantai. Hal tersebut dilakukan berulang-ulang,” kata Zulpan seperti dikutip Solopos.com, Sabtu (1/10/2022).

Baca Juga: Rizky Billar Terancam Penjara 5 Tahun Jika Jadi Tersangka KDRT Lesti Kejora

KDRT tersebut kembali terulang pada pukul 09.47 WIB. Saat itu, Rizky menarik tangan korban ke arah kamar mandi, kemudian membanting korban ke lantai dan dilakukan berulang kali.

Atas kejadian tersebut, Lesti kemudian melaporkan kejadian itu kepada Polres Metro Jakarta Selatan.
Polisi juga meminta Lesti untuk melakukan visum untuk melengkapi laporannya.

Polres Metro Jakarta Selatan telah memeriksa dua saksi yang menyaksikan kejadian KDRT tersebut, yakni satu asisten rumah tangga Lesti serta satu karyawan di perusahaan milik Lesti dan Rizky.

Baca Juga: Profil Devina Kirana yang Dituding Jadi Selingkuhan Rizky Billar

Kepolisian adalah menjadwalkan pemanggilan terhadap Rizky Billar. Dia terancam hukuman penjara maksimal lima tahun akibat dugaan tindak pidana KDRT terhadap istrinya.

“Ancaman hukum diterapkan terhadap terlapor Pasal 44 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman lima tahun penjara,” kata Zulpan.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Rizky Billar Diduga Berulangkali Lakukan KDRT terhadap Lesti Kejora”

Sumber: Antara

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Ketika Media Sosial Pengaruhi Kebiasaan Belanja Produk Lokal

      Kampanye fesyen hingga produk kencantikan di media sosial (medsos) tak bisa dipungkiri sangat ampuh dalam membentuk presepsi, mendorong daya beli, dan menciptakan tren.

      Demi Peningkatan Layanan, Pustakawan Harus Update Wawasan Psikologi

      UPT Perpustakaan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggelar webinar bertema "Update Psikologi Pustakawan di Zaman Now” secara daring pada, Selasa (29/11/2022).

      Nama-nama Perwira Tinggi Calon Pengganti Yudo Margono sebagai KSAL

      Beberapa nama jenderal di TNI AL mulai muncul sebagai calon pengganti Yudo Margono.

      Hari Ini Pengadilan Jepang akan Putuskan Status Pernikahan Sesama Jenis

      Dilansir dari channelnewsasia.com, Rabu (30/11/2022), hari ini pengadilan distrik Tokyo akan memutuskan terkait kasus pernikahan sejenis.

      BNPB Sarankan Pencarian Korban Gempa Cianjur Diperpanjang hingga Sabtu Ini

      Tim SAR gabungan menetapkan proses pencarian korban gempa bumi di Kabupaten Cianjur akan berakhir pada Rabu (30/11/2022) ini.

      Empat Kejanggalan Jenazah Brigadir Yosua di Rumah Dinas Ferdy Sambo

      Meskipun menemukan banyak kejanggalan saat awal memeriksa jenazah Yosua, AKP Rifaizal mengaku tidak berani melapor karena takut dengan Ferdy Sambo.

      Jokowi Minta Target Investasi Rp1.200 Triliun pada 2022 Tercapai

      Jokowi mengatakan target investasi Rp1.200 triliun tersebut akan berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

      Tim SAR Fokus Cari Pilot Helikopter Polri Jatuh di Belitung, 3 Kru Ditemukan

      Kabaharkam Mabes Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto menyatakan penemuan jenazah Aipda Joko setelah tersangkut di bagan nelayan yang berada di pesisir laut.

      Minta Mahfud Turun Tangan, Susno Duadji: Kasus Ismail Bolong 3 Hari Selesai

      Menurut Susno, dugaan keterlibatan Agus Andrianto dalam tambang ilegal di Kalimantan Timur tidak bisa dibiarkan begitu saja.

      Tim SAR Terima Laporan Baru 8 Orang Hilang saat Gempa Cianjur

      Tim SAR mendapat tambahan laporan orang hilang saat terjadi bencana gempa di Cianjur sebanyak delapan orang.

      Hendak Ambil Uang di ATM, OTK Tembak Mati Anggota Polres Yahukimo Papua

      Penembakan terjadi saat anggota Polsek Yahukimo Brigadir Muhammad Yusdar hendak mengambil uang di ATM BRI.

      4 Orang Meninggal, Polisi Temukan Dugaan Ritual Keluarga Kalideres Jakbar

      Polisi menemukan dugaan ritual keluarga di Kalideres Jakarta Barat dari barang-barang yang ditemukan di TKP, yakni buku-buku lintas agama hingga kemenyan.

      Veronica Yulis Prihayati, Istri Yudo Margono Berdinas di Baharkam Mabes Polri

      Istri Yudo Margono, AKBP Veronica Yulis Prihayati ternyata seorang perwira menengah Polri yang berdinas di Baharkam Mabes Polri.

      2 Jenazah Kru Helikopter Jatuh di Belitung Dibawa ke Jakarta

      Dua jenazah itu, yakni Bripda Khairul Anam sebagai mekanik helikopter dan Briptu Mochamad Lasminto sebagai kopilot helikopter itu.

      Eks Mendag M. Lutfi Tugaskan Lin Che Wei Koordinasi dengan Pengusaha

      Eks Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menugaskan terdakwa Weibinanto Halimdjati alias Lin Che Wei untuk melakukan koordinasi

      Ini Awal Mula Hilangnya HP Brigadir Yosua Seusai Dibunuh

      Handphone Yosua sudah tidak ada saat beberapa penyidik Polres Metro Jakarta Selatan mendatangi lokasi penembakan di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, pada 8 Juli 2022 petang.