Tutup Iklan

Bantuan Ponpes Belum Merata, DPRD Sragen Inisiasi Perda Pesantren

Penyusunan Perda Pesantren sudah berproses dan ditargetkan masuk Program Legislasi Daerah (Prolegda) DPRD Sragen pada 2022 mendatang.

 Ilustrasi mengaji. (Dok. JIBI/SOLOPOS/Antara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi mengaji. (Dok. JIBI/SOLOPOS/Antara)

Solopos.com, SRAGEN – Bantuan pemerintah kepada pondok pesantren (ponpes) di Sragen selama ini ternyata belum merata mengingat jumlah ponpes di Sragen mencapai 179 pondok dengan jumlah santri mencapai 10.532 orang.

Sebagai tindak lanjut dana abadi pesantren, DPRD Sragen menginisiasi adanya peraturan daerah (perda) inisiatif tentang pesantren pada 2022 mendatang.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sragen, Ihsan Muhadi, saat dihubungi Solopos.com, Jumat (22/10/2021), menyampaikan belum bisa memberi penjelasan terkait dengan implementasi Peraturan Presiden (Perpres) no. 82/2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren yang didalamnya ada dana abadi pesantren.

Baca Juga: Sragen Segera Miliki Perda Pesantren, Ini Tujuannya

Ihsan memilih menunggu regulasi yang rencananya akan dibuat DPRD Sragen, berupa Perda Pesatren.

“Selama ini ada alokasi anggaran dari APBN dan APBD tetapi sifatnya bantuan operasional, modal usaha, dan seterusnya. Bantuan itu, ujar dia, belum menyeluruh ke semua pesantren. Di tingkat provinsi juga masih dibahas regulasinya,” kata Ihsan.

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Sragen Fathurrohman menyampaikan DPRD menginisiasi Perda Pesantren sebagai tindak lanjut UU Pesantren dan turunannya. Dia mengatakan mekanisme tahapan dalam penyusunan Perda Pesantren sudah berproses dan ditargetkan masuk Program Legislasi Daerah (Prolegda) DPRD Sragen pada 2022 mendatang.

Baca Juga: Pesantren Didorong Manfaatkan KUR dengan Subsidi Bunga 3%, Ini Tujuannya

“Tahapannya mulai berjalan seperti pembuatan naskah akademik dan rancangan peraturan daerah (raperda) jalan. Di dalamnya sudah menyinggung ketentuan tentang dana abadi pesantren.”

“Selama ini sangat sedikit pesantren yang mendapat bantuan pemerintah. Pesantren itu berbeda dengan dunia pendidikan formal lainnya, seperti sekolah. Di dunia pendidikan ada bosda yang mencapai Rp8 miliar sedangkan di pesantren belum ada,” ujarnya.

Fathurrohman mendorong kepada Pemkab Sragen untuk bertanggung jawab dengan keberadaan pesantren di Sragen dengan memberi porsi seperti dunia pendidikan pada umumnya.

Baca Juga: Bupati Sragen: Dana Abadi Pesantren Jadi Kado Terindah di Hari Santri

Sementara itu, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengaku belum mempelajari Perpres No. 82/2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren sehingga belum bisa menyampaikan penjelasan lebih.

Prinsipnya, Bupati mendukung kebijakan pendanaan pesantren yang nantinya harus ditindaklanjuti dengan peraturan daerah (perda) tentang pesantren.

“Paling tidak di tahun depan perda pesantren itu sudah masuk prolegda. Selama ini perhatian pemerintah banyak yang lewat Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan dari Pemkab Sragen juga ada tetapi tidak merata,” katanya.

Baca Juga: 45 Pondok Pesantren di Solo Diusulkan Dapat Dana Hibah dari APBD

Ada beberapa ponpes yang dibantu dan ada yang belum. Yuni, sapaannya, mengatakan untuk ustaz dan ustazahnya juga dibantu Pemkab Sragen lewat bantuan ke Badko TPQ pada setiap tahunnya.

“Untuk bantuan ke ponpes itu biasanya berupa masjid atau sarana dan prasarana pendukung. Pemberian bantuannya pun sesuai dengan permintaan ponpes, bentuknya stimulan. Kuncinya butuh keaktifan pihak ponpes,” jelasnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Perhutani Kenalkan Penghijauan Sejak Dini kepada 30 Siswa TK

Sekitar 30 siswa mengikuti penanaman pohon di seputaran Embung Pincil, Desa Ngrombo, Kecamatan Tangen, Sragen, Jumat (3/12/2021).

Peserta Karanganyar Tourism Great Sale Bertambah Jadi 197

Jumlah peserta Karanganyar Tourism Great Sale 2021 bertambah menjadi 197 pelaku usaha wisata. Sekitar sepekan yang lalu, peserta baru 90 pelaku usaha wisata.

Festival Payung di Balekambang Solo, Cantik Sekaligus Sarat Makna

Setelah sempat pindah lokasi beberapa kali, festival payung Indonesia (Fespin) kembali digelar di Solo akhir pekan ini.

Angka Covid-19 di Karanganyar Sempat Naik, Prokes Jangan Lengah Lur!

Warga diimbau tidak lengah dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) menyusul adanya kenaikan kasus aktif positif Covid-19 di Karanganyar dalam beberapa hari terakhir.

Hilang, Sepeda Motor Warga Sukoharjo Dijual Si Pencuri di Facebook

Sepeda motor milik Supriyanto, 54, warga Perumahan Pondok Baru Permai, Gentan, Kecamanatan Baki, Sukoharjo digondol maling pada Jumat (3/12/2021).

Alami Kecelakaan Tunggal di Gemolong Sragen, Warga Plupuh Meninggal

Satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal di jalan Solo-Purwodadi, tepatnya di Dukuh Grogol, Desa Kragilan, Kecamatan Gemolong, Sragen, Minggu (5/12/2021).

Baru Belajar Nyetir, Mobil Nyemplung Got di Depan SMPN 6 Sragen

Kecelakaan tunggal terjadi di Depan SMP N 6 Sragen di mana satu unit mobil terperosok ke got akibat sopirnya baru belajar menyetir.

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021, Santap Kakap Laut, Rasanya Mantul

Setelah mengeksplorasi ekonomi digital di Salatiga dan Kabupaten semarang, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 mulai memburu kuliner di Kota Semarang, Sabtu (4/12/2021) malam.

Razia Motor Brong di Karanganyar, 26 Orang Ditilang

Sebanyak 26 orang pengendara motor brong di di Jembatan Kragan, perbatasan wilayah Kecamatan Gondangrejo dengan Kebakkramat, Sabtu (04/12/2021) ditilang.

Milad Ke-109, RS PKU Muhammadiyah Solo Mantapkan 8 Nilai Pelayanan

Puncak perayaan milad Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Solo diperingati dengan pengajian bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir secara hybrid.

Asale Sapuangin dan Kisah Sepasang Pengantin di Kemalang, Klaten

Sapuangin menjadi salah satu nama yang terkenal di wilayah lereng Gunung Merapi Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten.

Dari Hikmah Pandemi Menuju Keharusan Transformasi

Kondisi pandemi telah memberikan pelajaran pentingnya melengkapi diri dengan layanan digital.

Kisah Serka Suyanta, Setiap Hari Bagi-Bagi Masker Gratis di Sukoharjo

Penggunaan masker menjadi salah satu protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kampanye memakai masker terus digaungkan mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir.

Jelang Momen Nataru, Bupati Sragen: Jangan Abai Prokes!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengingatkan warga untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Tim Ekspedisi Digital Ekonomi 2021 Memotret Pertanian di Kopeng

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group memotret digitalisasi pemasaran sektor pertanian di Kecamatan Getasan di kawasan Kopeng, Kabupaten Semarang.