Hotman Paris Hutapea di Mata Najwa beberapa waktu lalu (peristiwa dalam foto tak terkait berita). (Twitter.com)

Solopos.com, SOLO -- Kasus pemulangan atlet senam artistik, Shalfa Avrila Siani, dari kontingen Indonesia di SEA Games 2019 Filipina karena dituding tak perawan terus menuai kecaman. Pernyataan pedas muncul dari pengacara senior Hotman Paris Hutapea yang mengkritik sikap pemerintah.

Gadis 19 tahun itu bukan hanya kecewa karena dipulangkan, tapi lebih tertekan karena tudingan itu. Dia mengaku malu dan putus asa.

"Apa ini benar? What? Selain Menpora, Ayok Bapak Menteri Pendidikan didikan barat agar ikut buka suara!" kata Hotman melalui tulisan di akun Instagram @hotmanparisofficial, Minggu (1/12/2019). Dia mendesak agar Mendikbud Nadiem Makarim juga ikut bersuara.

Tulisan itu menyertai sebuah unggahan tangkapan layar dari berita yang diterbitkan sebuah media online berjudul Seorang Atlet Senam SEA Games 2019 Dipulangkan karena Diisukan Tak Perawan tertanggal 29 November 2019.

"Aku kenal Mendikbud krn dia masih junior muda saat aku sekantor dgn Bapaknya Dr Nono Anwar Makarim!" kata Hotman mendesak Nadiem angkat bicara tentang kasus ini.

Suami Pelaut Wariskan HIV, Kisah Mengharukan Ibu di Solo Bangkit Melawan Nasib

Pengacara yang aktif di Instagram ini juga menyinggung isu keperawanan yang meliputi pemulangan atlet berusia 19 tahun itu. Dia mempertanyakan seberapa suci para pejabat sehingga keperawanan bisa dipersoalkan.

"Emang oknum pejabat negri ini bersih suci dari wanita cantik???" tanyanya.

8 Ibu Hamil di Sukoharjo Idap HIV/AIDS karena Tertular Suami

Atlet asal Kediri, Jawa Timur, itu menerima keputusan dipulangkan karena kesalahan yang dianggap indisipliner sebagai atlet. Namun, dia sangat tidak terima jika harus dihukum bahkan dikeluarkan dari tim atlet senam dengan isu tidak perawan.

Pemberitaan miring tersebut bukan hanya menyakiti hati Shalfa dan orang tuanya. tetapi juga menciptakan stigma di masyarakat tentang sosoknya.

Curhat Pilu Atlet SEA Games Dituding Tak Perawan: Saya Tidak Bisa Seperti Dulu Lagi

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Shalfa Avrila Siani tiba-tiba harus dipulangkan dari pusat pendidikan dan pelatihan persatuan senam Indonesia (Pusdiklat Persani) Gresik untuk persiapan SEA Games 2019 di Filipina. Kabar tersebut membuat pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) prihatin.

Kemenpora tidak menyangka adanya isu keperawanan yang dibawa-bawa dalam persiapan SEA Games 2019. Mereka berjanji akan menindak tegas dengan cabang olahraga (cabor) yang memulangkan atlet dengan semena-mena.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten