Logo SEA Games 2019. (Instagram)

Solopos.com, KEDIRI – Atlet senam artistik, Shalfa Avrila Siani, angkat bicara terkait pemulangannya ke Indonesia yang diwarnai isu miring. Wanita berusia 19 tahun itu sangat sedih lantaran persoalannya berimbas kepada orang tuanya

Shalfa Avrila Siani mengaku sangat malu, sedih, sekaligus tertekan akibat kabar tak sedap itu. Dia sangat malu dan putus asa akibat tuduhan tidak perawan yang diduga diucapkan oleh tim pelatih senam.

"Saya sudah tidak bisa seperti dulu lagi, serba malu dan stres jika ketemu atau diajak omong soal senam, saya sudah tidak mau lagi ketemu sama orang-orang itu, saya sedih" katanya seperti dilansir Detik.com, Sabtu (30/11/2019).

Wanita asal Kediri, Jawa Timur, itu menerima keputusan dipulangkan karena kesalahan yang dianggap indisipliner sebagai atlet. Namun, dia sangat tidak terima jika harus dihukum bahkan dikeluarkan dari tim atlet senam dengan isu tidak perawan.

Pemberitaan miring tersebut bukan hanya menyakiti hati Shalfa dan orang tuanya. tetapi juga menciptakan stigma di masyarakat tentang sosoknya.

"Saya menerima jika memang saya salah dan dianggap indisipliner dalam keseharian saya, namun jangan seperti ini. Kasihan orang tua saya menerima kabar itu. Bahkan menurut hasil pemeriksaan, saya masih perawan, dan saya tidak pernah berbuat hal yang dilarang agama," ucap Shalfa sambil menangis dalam pelukan ibunya.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Shalfa Avrila Siani tiba-tiba harus dipulangkan dari pusat pendidikan dan pelatihan persatuan senam Indonesia (Pusdiklat Persani) Gresik untuk persiapan SEA Games 2019 di Filipina. Kabar tersebut membuat pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) prihatin.

Kemenpora tidak menyangka adanya isu keperawanan yang dibawa-bawa dalam persiapan SEA Games 2019. Mereka berjanji akan menindak tegas dengan cabang olahraga (cabor) yang memulangkan atlet dengan semena-mena.

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten