Ada Bukti Baru! Planet Venus Dihuni Alien?
Planet Venus. (Bisnis-Dok.)

Solopos.com, JAKARTA — Observasi Planet Venus menggunakan teleskop James Clerk Maxwell di Hawaii dan dipastikan pula menggunakan radio teleskop Atacama Large Millimetre/submillimetre Array atau Alma di Chile menghasilkan bukti baru. Planet Venus berpotensi memiliki kehidupan mahluk asing alias alien.

Para ilmuwan berkata bahwa mereka telah mendeteksi terdapat kehidupan berbentuk mikroba di dalam awan asam venus yang berbentuk gas yang dinamakan fosfin di Planet Venus. Itu adalah sebuah tanda kehidupan baru di planet yang dianggap tidak dapat dihuni oleh penduduk Bumi. Apakah alien Venus?

Ini adalah sebuah penemuan baru yang sangat menggoda bagi para ilmuwan untuk mencari kehidupan baru di luar bumi. Para peneliti itu sebenarnya tidak menemukan bentuk kehidupan yang pasti tetapi menurut penelitian sebelumnya mengatakan bahwa fosfin diproduksi oleh bakteri yang hidup di dalam kondisi lingkungan yang memiliki kadar oksigen rendah.

Serial Thailand The Gifted: Graduation Trending di Tayang Perdana

Tim saintifik internasional kali pertama mendeteksi phosphine menggunakan teleskop James Clerk Maxwell di Hawaii dan memastikannya menggunakan radio teleskop Alma di Chile. “Sesungguhnya ya sangat terkejut dan terkagum” ujar astronom Jane Greaves dari Cardiff University di Wales, yang juga seorang kepala penulis penelitian yang dipublikasi oleh jurnal Nature Astronomy sebagaimana dikutip SCMP.

Keberadaan dari kehidupan di luar Bumi telah menjadi pertanyaan utama dalam sains. Ilmuwan telah menggunakan satelit dan teleskop untuk mencari biosignature (tanda-tanda biologis). Itu adalah tanda tidak langsung kehidupan di planet lain dan di bulan dalam sistem tata surya kita maupun di luar tata surya.

“Dengan apa yang kita ketahui saat ini dari venus, kemungkinan paling terbesar untuk menjelaskan fosfin meskipun terdengar sangat fantastis yaitu kehidupan,” menurut Clara Sousa-Silva, astrofisikawan dan rekan penulis itu dari institute Teknologi Massachusets.

Prototipe Starship SN6 Sukses Meluncur, Misi ke Bulan dan Mars Kian Nyata

Dia menambahkan hal ini sangat penting dikarenakan, apabila itu merupakan fosfin, maka itu adalah kehidupan, yang berarti manusia tidak sendirian di jagat raya ini. Itu juga bisa berarti bahwa kehidupan itu sendiri menjadi sangat wajar dan pasti terdapat banyak planet yang tidak dapat dihabitasi manusia. Planet-planet itu tersebar di galaksi.

Atom Fosforus

Fosfin merupakan atom fosforus dengan tiga atom hidrogen terikat yang sangat berbahaya bagi manusia Teleskop yang berada di Bumi seperti yang digunakan di dalam penelitian ini membantu peneliti untuk mempelajari senyawa kiwia dan karakteristik lainnya dari objek astronomis.

Fosfin telah terlihat dari 20 bagian per miliar di dalam atmofer Venus yang merupakan sebuah jejak terkonsentrasi. Greaves berujar bahwa para peneliti telah memeriksa beberapa sumber non-biologis berpotensial lainnya, seperti vulkanisme, meteorit, petir dan beberapa tipe reaksi kimia lainnya. Tetapi, tidak ada yang terlihat layak. Penelitian juga dilanjutkan untuk mengonfirmasi keberadaan kehidupan maupun untuk mencari penjelasan alternatif lainnya.

Jelang Debut Solo, Kim Woo-Jin Eks Stray Kids Terseret Isu Pelecehan Seksual

Venus merupakan planet yang paling dekat dengan Bumi. Menyerupai secara struktur tetapi sedikit lebih kecil dibandingkan dengan Bumi dan juga merupakan planet kedua dari matahari. Sedangkan Bumi merupakan planet di urutan ketiga.

Venus diselimuti oleh atmosfer yang tebal dan beracun yang mengurung panas. Dengan temperatur permukaan  hingga 471 derajat Celcius, udara Planet itu bisa melelehkan timah hingga selama ini Venus dianggap tak mungkin dihuni alien.

“Saya hanya mampu berspekluasi mengenai kehidupan apa yang dapat bertahan hidup di Venus. Apabila memang terdapat kehidupan di sana. Tidak ada kehidupan yang dapat bertahan di permukaan Venus, dikarenakan di tempat tersebut tidak dapat dihuni secara menyeluruh, bahkan untuk biokimia yang benar-benar berbeda dengan kita.” ujar Sousa-Silvia.

Catatkan 300.000 Pre-Order, Album Repackage In ? Stray Kids Lampaui Rekor

Namun, bukan berarti Venus tak mungkin dihuni alien. “Dahulu kala, Venus mungkin saja memiliki kehidupan di permukannya, sebelum efek rumah kaca yang tidak dapat terkendali membuat wilayah mayoritas planet tersebut benar-benar tidak dapat ditinggali," lanjutnya.

Beberapa peneliti telah menduga di awan tinggi yang terdapat venus, dengan temperature yang rendah sekitar 30 derajat celcius dapat mengandung mikroba udara yang dapat bertahan dalam kondisi asam yang ekstrim. Awan ini terdiri dari 90 persen asam sulfurik dimana mikroba yang berada di bumi tidak dapat bertahan dengan kondisi asam tersebut.

Mikrooranisme Air?

“Jika itu merupakan mikroorganisme, mereka dapat memiliki akses terhadap sedikit cahaya matahari dan air, dan mungkin dapat hidup di butiran air untuk mencegah mereka dari dehidrasi, tetapi mereka membutuhkan sebuah mekanisme yang tidak diketahui untuk melindungi mereka dari korosi yang disebabkan asam,” ujar Greaves.

Pekerja Bangunan Temukan Kuburan Hewan Purba di Bandara Baru Meksiko

Di dalam Bumi, mikroorganisme di lingkungan anerobik sebuah ekosistem yang tidak berggantung pada oksigen  memproduksi fosfin. Hal ini termasuk limbah pabrik, rawa-rawa, ladang padi, tanah rawa, sedimen danau, dan sisa ekskresi maupun sistem usus yang terdapat pada banyak binatang.

Fosfin juga muncul secara non-biologus pada kondisi industrial tertentu. Untuk memproduksi fosfin, bakteria Bumi membutuhkan fosfat dari mineral atau material biologis dan ditambahkan hidrogen.

“Kita telah melakukan upaya terbaik kita untuk menjelaskan penemuan ini tanpa menggunakan proses biologis. Dengan pengetahuan saat ini mengenai fosfin dan Venus, serta geokimia, kita tidak dapat menjelaskan keberadaan fosfin di awan Venus. Hal tersebut bukan berarti itu kehidupan. Tetapi, itu berarti pengetahuan kita terhadap proses pembentukan fosfin dan Venus butuh dikembangkan lebih lanjut,” ujar Sousa-Silva

13 Peti Mati Warga Kelas Menengah Mesir Kuno Ditemukan di Sahara

Venus seharusnya berbahaya bagi fosfin dikarenakan atmosfer dan permukaannya kaya akan komponen oksigen yang dapat bereaksi secara cepat dan menghancurkan fosfin. “Terdapat sesuatu yang memproduksi fosfin di Venus secepat proses penghancuran mereka,” ijar Anita Richards, rekan penulis utama yang juga seorang astrofisikawan yang terasosiasi dengan Universitas Manchester Inggris.

Administrator Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (National Aeronautics and Space Administration/NASA) Jim Bridenstine di Twitter menganggap penemuan terbaru ini sebagai salah satu perkembangan paling signifikan dalam perkembangan kasus kehidupan di luar Bumi. Di antara misi yang sedang dipertimbangkan oleh US Space Agency salah satunya adalah mengirimkan satelit menuju atmosfer Venus.

“Sudah saatnya bagi kita untuk memprioritasi Venus” tulis Bridenstine. Bahkan meskipun sebelumnya terdapat pesawat robot yang telah mengunjungi Venus, satelit baru mungkin dibutuhkan untuk mengkonfirmasi ada tidaknya kehidupan.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Bisnis



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom