Tutup Iklan
8 Gempa Berkekuatan M 5,0-6,1 Terjadi dalam Sepekan, Pertanda Apa?
Gempa Jepara Selasa (7/7/2020).

Solopos.com, SOLO — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat setidaknya ada tiga gempa bumi terjadi dalam 24 jam terakhir, Senin (13/7/2020).

Tiga gempa masing terjadi di Maluku, Aceh, dan DIY. Kekuatan gempa di tiga tempat itu cukup besar yakni lebih dari magnitudo 5,0.

Gempa-gempa tersebut menambah deretan gempa bumi yang terjadi di Indonesia sepekan terakhir. Berdasarkan penelusuran Solopos.com melalui laman Instagram resmi BMKG, @infoBMKG, setidaknya ada delapan gempa berkekuatan 5,0 hingga 6,1 magnitudo terjadi dalam satu minggu terakhir. Berikut daftarnya:

Pedagang Meninggal Akibat Covid-19, Pasar Harjodaksino Solo Tutup 7 Hari

Gempa Maluku M 5,2

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang Maluku pada Senin. Gempa berkedalaman 114 km (kilometer) ini terjadi pada pukul 09.08 WIB. BMKG menyebut gempa terakhir sepekan ini terjadi di Maluku sisi tenggara barat ini tidak menimbulkan tsunami.

Gempa Banda Aceh M 5,5

Gempa ini terjadi pada Senin, pukul 07.58 WIB. Episenter (pusat gempa) berlokasi di wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatra, tepatnya pada jarak 121 km arah barat daya Kota Banda Aceh, Aceh.

BMKG menyatakan gempa berkedalaman 34 km ini tidak menimbulkan potensi tsunami. Kendati demikian, gempa dengan magnitudo 5,5 ini terasa hingga wilayah Sabang dan Sigli.

Secret Garden Colomadu Karanganyar Terapkan Pembatasan Fisik

Gempa Bantul M 5,2

Gempa bumi teknonik mengguncang Bantul, DIY, tepatnya di selatan Kota Wates, Kabupaten Kulonprogo. Gempa yang berlokasi di laut pada jarak 101 km ini terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, Senin.

Meskipun tidak berpotensi tsunami, gempa berkekuatan magnitudo 5,2 ini terasa di daerah Pacitan, Purworejo, Jogja, dan Wonogiri. Gempa ini berada di kedalaman hingga 46 km.

Gempa Nias Utara M 5,0

Rabu (8/7/2020) lalu, tepatnya pukul 11.03 WIB, wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatra diguncang gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,0. BMKG mengatakan gempa yang berpusat pada jarak 47 km arah barat daya Kota Tolu, Kabupaten Nias Utara, Sumatra Utara ini tidak menyebabkan tsunami.

Gempa di Nias Utara ini termasuk gempa dangkal dengan kedalaman 14 km. Getaran gempa ini terasa hingga Gunung Sitoli, Nias, Sumatra Utara.

Belanja di Blibli Bisa Pakai Ovo, Tapi Cuma Untuk Produk-Produk Ini

Gempa Bengkulu M 5,2

Gempa yang menggetarkan Bengkulu, tepatnya 250 km sisi tenggara Kota Enggano ini, terjadi pada Selasa (7/7/2020) sekitar pukul 13.00 WIB.
Gempa dangkal berkedalaman 10 km ini mengguncang Bengkulu dengan kekuatan magnitudo 5,2. Gempa tidak menyebabkan tsunami.

Gempa Pangandaran 5,0 M

Berada di kedalaman 10 km, gempa ini terjadi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Tepatnya pada jarak 234 km barat daya Pangandaran.
BMKG menyebut gempa yang terjadi pukul 12.17 WIB, Selasa, ini tidak berpotensi tsunami.

Gempa Rangkasbitung M 5,4

Selanjutnya, gempa bumi juga terjadi di wilayah Rangkasbitung, Banten. BMKG melaporkan getaran dirasakan hingga wilayah Jakarta.

Gempa berkekuatan magnitudo 5,4 ini terjadi pada Selasa pukul 11.44 WIB. Aktivitas lempeng dengan kedalaman 82 km sebagai pemicu gempa juga tidak menimbulkan potensi tsunami di daerah pesisir.

Update Covid-19 Indonesia 13 Juli: Pasien Positif Tambah 1.282, Total Kasus Jadi 76.981

Gempa Jepara 6,1 M

Jepara juga diguncang gempa berkekuatan magnitudo 6,1 pada Selasa pukul 05.54 WIB. Guncangan terasa hingga Sumatra, Bali, dan Lombok.
Getaran bisa terasa jauh lantaran berada di kedalaman 578 km. Titik gempa tepat berpusat di 53 km sisi barat laut Kota Jepara.

Sebelumnya, Selasa lalu, BMKG menyatakan peristiwa rentetan gempa bumi yang terjadi sepanjang Selasa dengan magnitudo di atas 5,0 patut diwaspadai karena bisa saja pertanda akan terjadi gempa besar.

“Hal ini sulit diprediksi, tetapi dengan adanya rentetan aktivitas gempa ini tentu patut kita harus mewaspadai,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, Selasa, seperti dikutip dari Bisnis.com.

43 Orang Kontak Erat Ustaz Positif Covid-19 di Jatisrono Wonogiri Dites Swab

Dia menjelaskan dalam ilmu gempa atau seismologi, khususnya pada teori tipe gempa, ada tipe gempa besar yang kejadiannya diawali dengan gempa pendahuluan atau gempa pembuka.

Setiap gempa besar, hampir dipastikan didahului dengan rentetan aktivitas gempa pembuka. Tetapi rentetan gempa yang terjadi di suatu wilayah juga belum tentu berakhir dengan munculnya gempa besar. “Inilah karakteristik ilmu gempa yang memiliki ketidakpastian yang tinggi, yang penting juga untuk kita pahami,” kata Daryono.

Dia menjelaskan bahwa sebenarnya apa yang terjadi di beberapa wilayah gempa tersebut adalah manifestasi pelepasan medan tegangan pada sumber gempa masing-masing.

Suami Istri di Ponorogo Meninggal Karena Covid-19

Daerah Sumber Gempa Aktif

Tiap-tiap sumber gempa mengalami akumulasi medan tegangan sendiri-sendiri, mencapai stres maksimum sendiri-sendiri, hingga selanjutnya mengalami pelepasan energi sebagai gempa juga sendiri sendiri.

“Ini konsekuensi logis daerah dengan sumber gempa sangat aktif dan kompleks. Kami memang memiliki banyak sumber gempa sehingga jika terjadi gempa di tempat yang relatif berdekatan lokasinya dan terjadi dalam waktunya yang relatif berdekatan maka itu hanya kebetulan saja,” ujar dia.
Selain itu, katanya, gempa Banten Selatan dan di selatan Garut bersumber dari sumber gempa yang berbeda. Dia menjelaskan gempa yang terjadi secara beruntun pada Selasa tidak memiliki kaitan dengan gempa yang terjadi sebelumnya.

Sumber: Bisnis.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho