550 Spesies Mamalia Bakal Ikuti Jejak Mammoth
Penampakan sosok Mammoth yang telah punah sejak 120.000 tahun silam, Selasa (8/9/2020). (Nytimes.com)

Solopos.com, SOLO — Para ilmuwan berhitung keras. Hasil mereka memprediksi sejumlah spesies mamalia yang mungkin bakal punah pada abad ini. Penghitungan itu mereka dasarkan pada bukti fosil yang dihasilkan kepunahan pada masa lalu.

Ilmuwan memprediksi setidaknya 550 spesies mamalia akan mengikuti jejak mammoth dan kucing bertaring tajam yang punah pada periode lalu. Namun prediksi itu tentu saja bisa meleset, terutama jika kita menghindarkannya dengan menyelamatkan ratusan spesies melalui peningkatan upaya konservasi.

Penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances menunjukkan bahwa manusia merupakan dalang yang harus bertanggung jawab atas kepunahan sebagian spesies mamalia dalam beberapa dekade terakhir.

Memprihatinkan! Jual-Beli Kukang Marak di Medsos

Jika manusia tidak segera melakukan tindakan konservasi terhadap hewan-hewan yang tersisa pada masa kini, maka hal buruk bisa terjadi. Musibah alam itu bisa berupa kepunahan massal satwa, khususnya mamalia.

Tobias Andermann dari Pusat Keanekaragaman Hayati Global Gothenburg dan Universitas Gothenburg menerangkan bahwa manusia dapat menyelamatkan ratusan spesies dengan meningkatkan upaya konservasi. “Terlepas dari skenario yang sangat mengkhawatirkan ini, kita dapat menyelamatkan ratusan atau bahkan ribuan spesies dengan strategi konservasi yang lebih tepat sasaran dan efisien.”

Untuk mencapai hal itu, seluruh masyarakat harus meningkatkan kesadaran kolektif pada diri masing-masing. “Manusia harus mengambil tindakan untuk memerangi keadaan darurat global ini,” harap Tobias.

Galaksi Mirip Tie Fighter dalam Star Wars Ditemukan

Ia juga menegaskan bahwa waktu untuk melakukan tindakan konservasi sangat sedikit, jika tidak segera ditangani dapat berakibat kepunahan satwa secara permanen. "Waktunya mendesak. Dengan hilangnya setiap spesies, kami secara permanen kehilangan bagian unik dari sejarah alam Bumi."

Diprediksi Punah 2100

Para ilmuwan mengumpulkan banyak koleksi fosil yang memberikan bukti waktu dan skala kepunahan beberapa dekade terakhir. “Kami mengunduh daftar 351 spesies mamalia yang telah punah sejak awal Pleistosen Akhir sebagai bahan penelitian ini,” tulis Tobias Andermann dalam Jurnal Science Advances.

Dari simulasi berbasis komputer mereka memprediksi bahwa nantinya akan ada peningkatan kepunahan besar-besaran pada 2100 mendatang. “Pada tahun 2100, kami memperkirakan semua wilayah di dunia telah memasuki gelombang kedua kepunahan,” ujar Tobias.

Taman Nasional Bwindi Uganda Kebanjiran Bayi Gorila Gunung

Sebagimanan dikutip dari BBC oleh Solopos.com, jika kita mengacu pada kepunahan satwa di masa lalu, para ilmuwan mengatakan bahwa kepunahan tersebut hanya mewakili kepunahan hewan di kawasan iceberg atau puncak gunung es. Fakta itu bisa dibandingkan dengan kepunahan yang akan mengancam di beberapa dekade mendatang.

Selaras dengan itu, para peneliti juga mengatakan bahwa gelombang kepunahan satwa mungkin akan jauh lebih besar dibandingkan prediksi awal. “Hasil simulasi kami menunjukkan bahwa gelombang tambahan kepunahan antropogenik [ulah manusia] ini mungkin jauh lebih besar daripada yang diprediksi saat ini, bahkan beberapa kali lipat,”

Namun, hal itu sebenarnya dapat kita cegah dengan upaya-upaya konservasi. "Merekonstruksi dampak masa lalu kita terhadap keanekaragaman hayati sangat penting untuk memahami mengapa beberapa spesies dan ekosistem sangat rentan terhadap aktivitas manusia, yang diharapkan akan memungkinkan kita mengembangkan langkah-langkah konservasi yang lebih efektif untuk memerangi kepunahan," kata Prof Samuel Turvey dari Zoological Society of ZSL London.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom