Ilustrasi penganiayaan (Dok/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Polres Sukoharjo belum mengetahui pelaku maupun motif pengeroyokan tiga pemuda di dua tempat berbeda di sepanjang jalan Solo-Sukoharjo wilayah Desa Telukan dan Pandeyan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Kamis (31/10/2019) dini hari.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas, saat diwawancarai Solopos.com, Jumat (1/11/2019), mengatakan penanganan kasus penganiayaan oleh sekelompok orang tak dikenal itu diambil alih Polda Jateng.

“Benar ada kasus penganiayaan di dua lokasi. Namun, ditangani langsung oleh Polda Jateng,” kata dia, Jumat.

Bek Timnas Indonesia U-16 Alfin Lestaluhu Meninggal Dunia

Ketiga pemuda korban pengeroyokan itu menjalani perawatan di RS Nirmala Suri Sukoharjo. Ketiganya yakni NS dan NB, warga Kecamatan Tulakan, Pacitan, dan NEP, warga Kecamatan Juwiring, Klaten.

NS yang berdiri di pinggir jalan raya di depan pabrik Sami Surya Indah di Desa Pandeyan, Kecamatan Grogol, tiba-tiba dikeroyok puluhan orang tak dikenal yang datang dari arah utara atau Solo.

Mereka mengendarai sepeda motor menuju lokasi kejadian dan beberapa orang membawa senjata tajam dan benda tumpul. NS menderita luka sayatan benda tajam di punggung sepanjang 20 sentimeter.

Hasil Sementara Pilkades Sukoharjo: 2 Petahana Tumbang

Setelah menganiaya NS, kelompok orang tak dikenal itu langsung melarikan diri menuju arah utara. Mereka bertemu NEP dan NB yang tengah nongkrong di warung hik selatan Balai Desa Telukan, Grogol, Sukoharjo.

NEP dan NB yang tengah jajan di wedangan itu juga langsung dikeroyok. NEP menderita luka sayat di telapak tangan kiri sementara NB mengalami luka lecet di bagian kepala.

“Silakan konfirmasi ke Polda Jateng apakah ada pelaku yang ditangkap atau belum,” kata dia.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten