24 Warga Boyolali Meninggal Karena Covid-19, Belum Ada Satu Pun Ahli Waris Ajukan Santunan
Ilustrasi virus corona pemicu Covid-19. (Antara-Dok.)

Solopos.com, BOYOLALI -- Dinas Sosial Kabupaten Boyolali belum menerima satu pun pengajuan santunan kematian dari ahli waris warga yang meninggal karena Covid-19. Hingga Selasa (15/9/2020), tercatat ada 24 warga Boyolali yang meninggal akibat virus corona.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Boyolali, Ahmad Gojali, mengatakan telah menyosialisasikan program bantuan pemerintah pusat untuk keluarga korban meninggal akibat Covid-19 itu.

"Surat sudah kami teruskan ke kecamatan. Sementara ini belum ada yang mengajukan, tapi sudah mulai banyak yang koordinasi terkait dengan pengajuannya," katanya kepada Solopos.com, Selasa.

Univet Bantara Sukoharjo Wisuda Lulusan Secara Drive Thru, Begini Prosesinya

Setelah ada pemberitahuan ke kecamatan, info tentang santunan warga meninggal akibat Covid-19 itu akan sampai ke tingkat desa/kelurahan dan masyarakat.

Ahmad mengatakan untuk mendapatkan santunan dari pemerintah pusat senilai Rp15 juta itu, ada mekanisme dan persyaratannya. Pemohon harus menyertakan beberapa persyaratan seperti fotokopi KTP dan kartu keluarga, surat kematian, dan hasil pemeriksaan dari Dinas Kesehatan atau Puskesmas.

Surat itu menyatakan yang bersangkutan meninggal karena Covid-19. Nantinya pengajuan melalui desa/kelurahan ke Dinas Sosial Kabupaten Boyolali.

Duh! Positif Covid-19 Sukoharjo Melejit Lagi, Naik 14 Kasus Sehari

Masuk Ke Rekening Ahli Waris

Selanjutnya, Pemkab akan menyampaikan pengajuan santunan untuk keluarga warga yang meninggal karena Covid-19 itu ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hingga ke pemerintah pusat.

Santunan itu akan langsung masuk ke rekening ahli waris yang bersangkutan. Camat Simo, Waluyo Jati, mengaku sudah mendapatkan informasi mengenai santunan untuk keluarga korban Covid-19 tersebut. Ia juga telah menyampaikan hal itu ke desa/kelurahan. Namun hingga Selasa, belum ada pengajuan.

8 Kasus Dalam 8 Bulan, Rumah Difabel Meong Sebut Soloraya Darurat Penembakan Kucing!

"Sosialisasi sudah jalan ke kepala desa. Hanya sampai saat ini belum ada yang mengajukan. Warga Simo ada yang meninggal karena Covid-19. Informasinya, pemerintah desa baru berkomunikasi dengan keluarga. Sebab ada beberapa syarat yang harus ahli waris penuhi," katanya, Selasa.

Berdasarkan informasi dalam website https://covid19.boyolali.go.id, per Selasa (15/9/2020), kasus konfirmasi positif Covid-19 Boyolali mencapai 715 kasus. Dari jumlah itu 130 orang menjalani perawatan, 209 orang isolasi mandiri, 352 orang sembuh dan 24 orang dunia.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom