Tutup Iklan
Sukarelawan dan warga memadamkan api yang membakar semak di hutan Gunung Lawu di Desa Anggrasmanis, Jenawi, Karanganyar, Rabu (23/10/2019). (Istimewa/Dokumentasi Ketua Regeng, Sumarno)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sudah dua hari kebakaran melanda lahan dan hutan (karhutla) di lereng Gunung Lawu tepatnya Bukit Ngroto, Dusun Plalar, Desa Tengklik, Tawangmangu, Karanganyar.

Kebakaran itu terjadi di Petak 63B Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tambak Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Utara. Sejumlah pihak berupaya memadamkan api sejak Senin (21/10/2019) malam hingga Rabu (23/10/2019).

Pemadaman kebakaran melibatkan petugas dari Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Solo, Masyarakat Peduli Api (MPA), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), sukarelawan, Tim SAR, BPBD Karanganyar, TNI/Polri, Lawu Trail Community (LTC), warga sekitar, dan lain-lain.

Sah! Ini Daftar Lengkap Menteri Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf

Pemadaman dilakukan secara manual menggunakan ranting, golok, dan cangkul. Selain memadamkan api, mereka membuat ilaran supaya api tidak menjalar ke lahan lain.

Mereka berjalan kaki maupun menggunakan motor trail menembus semak dan pepohonan tinggi. Jarak lokasi yang terbakar sekitar tiga kilometer dari permukiman.

Asisten Perhutani (Asper) BKPH Lawu Utara, Widodo, menyampaikan api kali pertama terdeteksi pada Senin pukul 21.30 WIB. "Petugas dan sukarelawan memadamkan api mulai pukul 22.00 WIB. Namun angin kencang, kepulan asap muncul hingga keesokan harinya, Selasa. Kebakaran meluas dan dipadamkan pukul 09.00 WIB. Tapi api muncul kembali," kata Widodo.

Perhutani belum dapat mengidentifikasi penyebab karhutla itu. Dia menduga kebakaran dikarenakan araman atau aktivitas membakar rumput. "Rumput tua dibakar. Itu salah karena menyebabkan kebakaran hutan," tutur dia.

Prospek Provinsi Surakarta dari Tinjauan Hukum Tata Negara

Lokasi kebakaran berada di jurang dan tidak ada sumber air. Widodo mendata api membakar semak, pohon pinus, kirinyu, dan pohon kering yang sudah mati.

Dia memperkirakan luas lahan yang terbakar mencapai lima hektare. Sementara itu, Kapolsek Tawangmangu, Iptu Ismugiyanto, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi, menuturkan upaya pemadaman masih dilakukan hingga Rabu sore.

"Masih, ini saya baru turun [pukul 18.00 WIB]. Masih dipantau karena angin kencang bisa membuat api kembali menyala. Masih ada asap karena tonggak terbakar. Saat malam sukarelawan diminta turun karena lokasi kebakaran di jurang, susah dijangkau dan berbahaya. Tetapi tetap dipantau," ujar dia saat dihubungi Solopos.com, Rabu.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten