Asap mengepul dari Gunung Lawu di Desa Gondosuli, Tawangmangu, Karanganyar, Selasa (8/10/2019). (Istimewa)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Enam posko akan dibentuk untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Lawu, Karanganyar.

Pembentukan posko itu merupakan satu dari tiga hal yang disepakati dalam rapat koordinasi penanggulangan karhutla yang digelar Polres bersama Pemkab Karanganyar di Mapolres setempat, Rabu (9/10/2019).

Dua hal lainnya yakni membentuk tim terpadu dan melakukan upaya pencegahan. Rapat koordinasi dipimpin Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Efendi, Kasdim 0727/Karanganyar Mayor (Inf) Suwarko dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karanganyar Kurniadi Maulato.

Pesertanya Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Karanganyar Bambang Djatmiko, camat, kapolsek, danramil, perwakilan sejumlah sukarelawan, Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Utara KPH Surakarta Widodo, dan lain-lain.

Enam posko akan dibentuk yakni di Candi Sukuh, Cemoro Kandang, Candi Ceto, Anggrasmanis di Kecamatan Jenawi, kemudian di Tambak, Kecamatan Ngargoyoso, dan di Pengkok, Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso.

Kebakaran di hutan Gunung Lawu kali terakhir terjadi di petak titik api berlokasi di petak 63c-1 klas hutan HL, RPH Blumbang, BKPH Lawu Utara KPH Surakarta pada Selasa (8/10/2019).

"Lahan yang terbakar 500 meter sampai satu hektare. Di situ sering digunakan sekelompok pembuat arang dari kayu akasia yang dipotong-potong. Potongan kayu dibakar di lubang dan ditinggal pergi. Saya tidak tahu apakah masyarakat tidak tahu itu bahaya atau tahu tetapi hanya berpikir mata pencaharian," kata Kapolres saat memberikan sambutan.

Polisi berencana menindaklanjuti temuan tersebut. Saat ini, mereka sedang menyelidikinya. Anggota Satuan Reskrim Polres Karanganyar membawa sejumlah barang bukti dari lokasi pembuatan arang, seperti tenggok, arang, cangkul, dan lain-lain.

"Kami bisa menjerat pelaku yang menyebabkan kebakaran hutan. Ada ancaman hukuman penjara dan denda luar biasa," jelas dia.

Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Utara KPH Surakarta, Widodo, menjelaskan total lahan yang terbakar hingga Selasa (8/10/2019) mencapai 4 ha.

Widodo menuturkan peran Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan sukarelawan lain di dekat kawasan hutan penting. Perihal aktivitas pembuatan arang, Widodo menyampaikan Perhutani KPH Surakarta sudah mengidentifikasi jalur yang digunakan pembuat arang naik ke hutan Gunung Lawu.

Mereka melewati jalur tikus atau jalur tidak resmi. Aktivitas pembuatan arang berada di Tengklik dan Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, dan Beruk, Kecamatan Jatiyoso.

Kepala Satpol PP Karanganyar, Kurniadi Maulato, berharap seluruh sukarelawan mendapatkan pelatihan pencegahan dan penanganan kebakaran, penataan organisasi sukarelawan, dan didukung sarana prasarana.

Data Satpol PP menunjukkan 180 kejadian kebakaran sejak Agustus hingga Oktober. Rata-rata didominasi kebakaran lahan kosong. Kurniadi menyebut setidaknya ada satu hingga tiga kejadian kebakaran lahan kosong per hari.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten