1.000 Meter Lahan Nonproduktif di Grogol Sukoharjo Disulap Jadi Lumbung Sayur

Lahan nonproduktif milik Pemerintah Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, dijadikan sebagai lumbung sayur untuk ketahanan pangan rumah tangga.

 Kelompok Wanita Tani (KWT) memanen di lahan nonproduktif milik Pemerintah Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, yang disulap untuk membuat lumbung sayur, Kamis (29/9/2022). (Solopos.com/Magdalena Naviriana Putri).

SOLOPOS.COM - Kelompok Wanita Tani (KWT) memanen di lahan nonproduktif milik Pemerintah Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, yang disulap untuk membuat lumbung sayur, Kamis (29/9/2022). (Solopos.com/Magdalena Naviriana Putri).

Solopos.com, SUKOHARJO — Lahan nonproduktif milik Pemerintah Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, disulap menjadi lumbung sayur.

Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi rumah tangga warga setempat. Menyusul adanya program dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang mengharuskan desa membuat program ketahanan pangan yang bersunber dari dana desa.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Sekretaris Desa Pondok, Santosa, mengatakan lumbung sayur ini menggunakan lahan kosong dengan luas lahan tanam sejumlah 1.000 meter.

“Kalau total lahannya 2.000 meter tapi untuk lahan yang kami tanami luasnya paling hanya 1.000 meter. Hasilnya bisa dimanfaatkan oleh semua masyarakat Desa Pondok,” katanya saat ditemui di lokasi lumbung sayur, Kamis (29/9/2022).

Pengolahan lahan itu dimulai dari nol mulai dari tahap pengerukan hingga pembuatan desain tanam bahkan hingga ke pembibitan. Pengelolaan dan perawatan lahan itu diserahkan ke Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat.

Baca juga: OPTIMALISASI LAHAN : Sawah Sering Banjir Diubah Jadi Tambak Ikan

Ada pun jenis sayuran yang ditanam yakni tomat, terong, pare, gambas atau oyong, lombok hijau besar, kacang panjang, bayam, sawi dan kangkung.

“Baru dua bulan berjalan, mereka sudah memanen bayam, sawi dan kangkung. Hasil panenan pertama ini dibagikan kepada warga Desa Pondok,” terang Santosa.

Sementara itu, Kasi Kesejahteraan desa setempat sekaligus pelaksana kegiatan, Wahyudi mengatakan anggaran pembuatan lumbung sayur itu membutuhkan Rp166 juta dari dana desa.

“Anggaran membuat ini [lumbung sayur] habis sekitar Rp166 juta, semua dari nol [pengerukan lahan] anggaran itu diambil dari dana desa,” terang Wahyudi saat meninjau panen hari itu.

Meskipun telah panen sekali namun dia mengaku masih menemukan kendala mengingat lahan yang digunakan baru kali pertama ditanami bahkan semula tidak produktif.

Baca juga: Dulu Angker, Lahan Kas Desa di Klaten Ini Disulap Jadi Rumah Hidroponik

“Karena ini tanah baru jadi susah, susahnya air turun ke bawah terus langsung meresap. Beda kalau dari awal tanah produktif kami lebih mudah,” ungkapnya.

Disinggung perihal hasil panen pertama pihaknya mengatakan belum mengetahui jumlah pasti hasil tanam itu. Mengingat pada panen pertama hasil itu langsung dibagikan ke warga.

Sedangkan hasil panen berikutnya rencananya akan dijual ke warga di bawah harga pasaran. Ke depan dia berencana jika panen itu terus bisa dilakukan, Pemdes akan membuat semacam gazebo di lahan yang masih belum digunakan.

Sehingga KWT dapat memanfaatkan hasil panen dengan membuat masakan dan dijual dengan harga yang lebih tinggi. Dalam lokasi lumbung sayur itu beberapa anggota KWT sedang memanen sayur di antaranya kangkung, kacang panjang, pare hingga gambas.

Baca juga: Mandiri Pangan Bikin Pengeluaran Emak-Emak di Sendangijo Wonogiri Jadi Irit

Sedangkan untuk pohon cabai hijau banyak daun yang menggulung akibat cuaca yang terlalu panas. Sementara untuk beberapa pohon terong dan tomat belum bisa dipetik hasilnya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Gibran Tegaskan Nama Jl Diponegoro Solo Tak Dihapus tapi Dipindah ke Jalan Lain

      Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyebut alasan munculnya wacana mengubah Jl Diponegoro menjadi Jl Ngarsapura untuk kepentingan branding wisata.

      Nikahan Kaesang, Pejabat Polda Jateng Jajal Naik Becak Vastenburg-Mangkunegaran

      Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Agus Suryo Nugroho melakukan simulasi naik becak untuk tamu acara nikahan Kaesang Pangarep dari Benteng Vastenburg ke Pura Mangkunegaran Solo.

      STB Mahal, Warga Sukoharjo Kecewa Tidak Bisa Nonton Piala Dunia

      Harga set top box (STB) melambung tinggi setelah siaran televisi terestrial analog dihentikan di sejumlah wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah mulai Jumat (2/12/2022).

      Kandang di Pinggir Jalan Raya, Sapi Milik Lansia Nguntoronadi Raib Dicuri

      Satu ternak sapi betina milik lansia asal Nguntoronadi, Wonogiri diduga digondol maling pada Senin (5/12/2022).

      Wah! Sudah Punya 250 Guru Besar, UNS Solo Kukuhkan 4 Orang Lagi Besok

      UNS Solo bakal mengukuhkan empat guru besar baru sehingga menambah jumlah total guru besar di kampus tersebut menjadi 254 orang.

      20 Ekor Kobra Ditangkap di Kebakkramat, Enam Lainnya Masih Berkeliaran

      Tim Exalos Indonesia yang mengevakuasi 20 anak ular kobra itu menduga masih ada enam kobra lainnya yang masih berkeliaran di sekitar rumah milik Estik.

      Catat! Ini Lokasi 9 Panggung Hiburan Pernikahan Kaesang-Erina di CFD Solo

      Ada sembilan panggung hiburan di sepanjang area CFD Jl Slamet Riyadi Solo saat acara pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono, Minggu (11/12/2022) pagi.

      Ngeri! Tim Exalos Indonesia Evakuasi 20 Kobra dari Rumah Warga Kebakkramat

      Belasan ekor anakan ular kobra di Kebakkramat itu dievakuasi selama tiga hari pencarian.

      Pemuda Melikan Klaten Bikin Paket Wisata Edukasi Gerabah, Harganya Terjangkau

      Para pemuda sentra kerajinan gerabah putaran miring di Dukuh Pagerjurang, Desa Melikan, Kecamatan Wedi membikin paket wisata edukasi.

      Pencarian Pria Hanyut Asal Sukoharjo di Kahyangan Wonogiri Terkendala Cuaca

      Tim search and rescue (SAR) Wonogiri masih terus melanjutkan pencarian terhadap orang hanyut di sungai di kawasan wisata Kahyangan, Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo sejak Minggu (4/12/2022).

      Tak Hanya Jembatan Jurug, Bangunan Warisan Paku Buwono X Lain juga Tangguh

      Jembatan Jurug A warisan Paku Buwono X sampai saat ini masih tangguh, meski pernah dibom berulang kali, sama seperti bangunan lain yang dibangun di era yang sama.

      Polwan Polres Klaten Bagikan Paket Sembako di Ngawen

      Polres Klaten menggelar bakti sosial dengan membagikan paket sembako kepada warga di Kecamatan Ngawen, Senin (5/12/2022).

      Laporkan Percobaan Bunuh Diri Melalui 110, Kapolres Sukoharjo Apresiasi Warga

      apolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, mengapresiasi masyarakat Sukoharjo yang telah menggunakan call center 110 untuk melaporkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibnas).

      Air Saluran Meluap Usai Hujan Deras, 2 Sekolah di Gantiwarno Klaten Kebanjiran

      SMKN 1 Gantiwarno dan SMPN 3 Gantiwarno di Desa Kragilan, Kecamatan Gantiwarno kebanjiran, Senin (5/12/2022) sore.

      Meski Beumur 61 Tahun, Warga Sragen Ini Aktif Sebagai Sukarelawan Kemanusiaan

      Meski sudah tak muda lagi, Sugino, 61, masih aktif melakukan kegiatan kemanusiaan. Ia merupakan salah satu di antara sedikit sukarelawan sepuh di Kabupaten Sragen.

      Jelang Pernikahan Kaesang, CCTV dan Penerangan Pura Mangkunegaran Solo Ditambah

      Kawasan sekitar Pura Mangkunegaran Solo mulai dipasangi kamera CCTV dan lampu PJU juga diganti menjelang pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono, akhir pekan ini.