WNI Eks ISIS Dipulangkan ke Indonesia pada 2017, Tapi Ini Hasilnya
Ilustrasi kelompok militan ISIS (Thesun.co.uk)

Solopos.com, SOLO -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk tidak memulangkan warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS ke Indonesia. Hal ini untuk melindungi seluruh masyarakat Indonesia dari ancaman terorisme.

Sebenarnya pada 2016 dan 2017 pemerintah pernah memulangkan WNI eks ISIS. Diinformasikan dalam acara Mata Najwa yang tayang di Trans7, Rabu (12/2/2020), pada 2017 sebanyak 18 WNI eks ISIS dipulangkan ke Indonesia.

Sebut Agama Ancaman Terbesar Pancasila, Ini Penjelasan Kepala BPIP

Salah satu pihak yang terlibat dalam pemulangan tersebut adalah pendiri Yayasan Prasasti Perdamaian Noor Huda Ismail. Dalam film hasil produksinya yang berjudul Seeking The Imam, dia mendokumentasikan pemulangan WNI eks ISIS tersebut.

"Ini proses lama, ini [dipastikan] aman ketika menjalin komunikasi dengan pihak luar negeri, bukan ujuk-ujuk. Sebetulnya kita menyiapkan pelan-pelan sebagai sebuah komunikasi politik, enggak usah dijemput, [mending] urusan yang lain. Permasalahan banyak sekali di Jakarta. Bukan radikalisme, [tapi] banjir dan macet [masalahnya]. Ngapain ngomongin beginian," terang Noor Huda.

Ibunya Pengin Nikah Lagi, Vicky Prasetyo Galau Punya Papa Baru

Ketika disinggung mengenai hal tersebut, Juru Bicara Kepresidenan, Fadjroel Rachman mengatakan keputusan pemerintah untuk tidak memulangkan WNI eks ISIS berdasarkan tiga poin, salah satunya untuk melindungi seluruh masyarakat Indonesia.

"Kami dan Pak Jokowi tak ada lagi pemulangan anggota ISIS eks WNI itu yang tegas untuk melindungi yang ada di sini. Jadi yang terpenting adalah tiga pertimbangan yang disampaikan dalam rapat terbatas, yakni pertimbangan konstitusi, peraturan perundang-undangan," jelas Fadjroel.

Jatuh Saat Nyalip dari Sisi Kiri, Pembonceng Motor Terlindas Truk di Jatinom Klaten

Tetapi, pemerintah tetap akan memulangkan anak-anak WNI eks ISIS dengan catatatan berumur di bawah 10 tahun atau yatim piatu.

RALAT:

Sebelumnya ada kalimat berbunyi "pasangan suami istri mantan kombatan ISIS bernama Ruille Zeka dan Ulfa yang menjadi salah satu alumnus program itu kembali menjadi bergabung dengan ISIS/IS di Filipina selatan". Yang benar adalah kedua nama itu tidak ada kaitan dengan pemulangan WNI yang dilakukan Noor Huda Ismail pada 2017. Atas kesalahan tersebut, kami memohon maaf dan redaksi menghapus tiga paragraf terakhir dari naskah awal berita ini. Terima kasih.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom