Wisata Tutup, Pemkab Klaten Kehilangan Pendapatan Rp200 Juta/Bulan
Objek Wisata Mata Air Cokro Klaten. (Pictagram)

Solopos.com, KLATEN – Potensi pendapatan Rp200 juta sebulan yang bisa diperoleh Pemkab Klaten dari pengelolaan objek wisata menghilang. Hal itu menyusul tutupnya seluruh objek wisata di Klaten untuk mengantisipasi persebaran virus corona atau Covid-19.

Penutupan objek wisata di Klaten dilakukan sejak Senin (16/3/2020) lalu. Awalnya, penutupan berlaku hingga Minggu (29/3/2020). Namun, penutupan objek wisata diperpanjang hingga batas waktu yang belum ditentukan. Selain objek wisata dikelola pemkab, penutupan itu juga berlaku untuk objek wisata yang dikelola di desa.

Disinfektan Berbahaya, Bilik Disinfeksi Klaten Pakai Semprotan Antiseptik

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Sri Nugroho, mengatakan ada sekitar tujuh objek wisata yang dikelola pemkab. Objek wita itu seperti Objek Mata Air Cokro (OMAC), Bukit Sidoguro, Candi Plaosan, serta Candi Sojiwan.

“Yang paling besar itu OMAC. Potensi pendapatan per bulan di OMAC naik-turun dari Rp70 juta sampai Rp100 juta,” kata Nugroho saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (7/4/2020).

Terkait tradisi padusan, Nugroho memastikan tahun ini tradisi yang biasa digelar menjelang Ramadan itu ditiadakan. Begitu pula dengan tradisi maleman yang biasa digelar di kawasan GOR Gelarsena dan Monumen Juang ’45 memasuki pertengahan Ramadan.

Jurus Menangani ODP Corona Soloraya: Posko atau Karantina Mandiri?

Tradisi yang ditandai dengan munculnya aneka wahana permainan itu tahun ini dipastikan ditiadakan. “Untuk padusan dan maleman tahun ini kami tiadakan. Jelas itu tidak boleh karena menimbulkan kerumunan orang,” ungkap dia.

Nugroho belum mengetahui hingga kapan penutupan objek wisata di Klaten itu bakal berlaku. Dia menjelaskan hilangnya potensi pendapatan Pemkab Klaten karena penutupan objek wisata tak masalah lantaran dilakukan demi keselamatan bersama.

Sarasehan Seni Budaya

Selain penutupan objek wisata, Nugroho juga menjelaskan kegiatan Disparbudpora bersama Dewan Kesenian Klaten untuk sementara juga ditiadakan. Nugroho menjelaskan sedianya ada roadshow sarasehan seni budaya dengan berkeliling ke 26 kecamatan tahun ini.

“Baru berjalan tujuh kali. Untuk sementara roadshow juga ditiadakan karena itu juga mengumpulkan orang,” urai dia.

Rusunawa Jadi RS Darurat Covid-19 Boyolali, Wabup: Semoga Tetap Kosong


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho