Waspada Antraks Bisa Menular ke Manusia, Ini Penjelasan  DKPP Klaten

Antraks bersifat zoonosis yaitu bisa menular dari hewan ke manusia dengan tipe gejala beragam yang dialami manusia mulai dari kulit, pencernaan, pernapasan, serta syaraf.

Selasa, 8 Februari 2022 - 19:18 WIB Penulis: Taufiq Sidik Prakoso Editor: Haryono Wahyudiyanto | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Peternak menunggu giliran sapinya mendapatkan vaksinasi antraks di Desa Gentan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, Selasa (8/2/2022). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten meminta masyarakat mewaspadai kasus antraks yang telah ditemukan di Kabupaten Gunungkidul, DIY. Selain menular ke hewan ternak, antraks juga bisa menular ke manusia.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian atau DKPP Klaten, Widiyanti, menjelaskan antraks bersifat zoonosis. Artinya antraks bisa menular dari hewan ke manusia dengan tipe gejala beragam yang dialami manusia mulai dari kulit, pencernaan, pernapasan, serta syaraf.

“Ketika ada ternak yang disinyalir sakit [antraks] kemudian disembelih dan dagingnya dikonsumsi oleh manusia, mungkin bakteri di dalam tubuh ternak itu karena masih dalam kondisi vegetatif bisa mati ketika dimasak,” kata Widiyanti saat ditemui di sela vaksinasi antraks di Desa Gentan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, Selasa (8/2/2022).

Baca Juga: Antraks Menyerang DIY, Klaten Setop Jual Beli Ternak dari Gunungkidul

“Tetapi, kalau dalam proses penyembelihan itu kemudian di sana kotoran atau darah keluar dari tubuh ternak [terserang antraks] dan bakteri membentuk spora di dalam tanah, itu bisa bertahan lama hingga puluhan tahun serta tahan terhadap cuaca dan lainnya. Yang rawan itu penyebaran bakteri tersebut,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari ditjenpkh.pertanian.go.id, antraks merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Bacillus anthracis.

Penyakit antraks bisa menyerang hewan ternak seperti sapi, domba, kambing, kuda, dan babi. Infeksi bisa terjadi ketika spora bakteri yang ada di tanah, tanaman, atau air yang telah terkontaminasi oleh bakteri antraks masuk ke dalam tubuh hewan.

Baca Juga: Sapi Gunungkidul Kena Antraks, Sapi Perbatasan Klaten-DIY Divaksinasi

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian sudah melakukan sejumlah skenario untuk antisipasi persebaran antraks di Klaten. Selain vaksinasi antraks ke ternak di wilayah perbatasan dengan Gunungkidul, petugas juga melakukan pengecekan daging yang dijual di pasar maupun ke hewan di rumah pemotogan hewan.

Mulyani juga menjelaskan jual-beli sapi dari wilayah terpapar antraks di wilayah Gunungkidul untuk sementara ditutup. Penutupan jual-beli ternak dari wilayah terpapar antraks itu dilakukan hingga kasus antraks di wilayah terpapar itu bisa terkendali.

“Pengendalian jual-beli sapi kami stop dulu dari daerah yang ditemukan terpapar antraks. Kami sudah siapkan skenario untuk antisipasi antraks. Kami melihat perkembangan seperti apa dulu, apakah semakin baik atau semakin serius. Kami stop jual-beli sapi dari daerah yang tentunya terjangkit saja, kami lebih khususkan,” urai dia.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE soloraya Walah! Belanja Susu dan Telur Wong Boyolali Hanya Rp30.452/Bulan 16 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Sidak Konser Dream Theater di Stadion Manahan, DPRD Solo Dibuat Heran 20 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Pengin Basah-Basahan? Ini Dia Objek Wisata Air Pilihan di Karanganyar 32 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Ada 2 Calon Tersangka Jual Beli Lahan Makam Bong Mojo Solo, Siapa Saja? 58 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Mau Gelar Pilkades, Tapi Desa di Karanganyar Ini Belum Selesaikan LPj 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Ini Peran Penanam Modal Swasta di Klaten saat Zaman Hindia Belanda 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya 16 Parpol Ikut Sosialisasi KPU Sukoharjo, Siapa Saja yang Datang? 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Ini Hasil Seleksi Administrasi 8 Calon Sekda Sragen 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Dream Theater Konser di Solo, Segini Pendapatan yang Masuk ke Pemkot 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya APBD Perubahan 2022 Sragen Defisit Sampai Rp511 Miliar 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Daerah Klaten Ini Pernah Jadi Permukiman Eropa dan Tionghoa, Sekarang? 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Eks Bupati Untung Wiyono Punya Warung Soto Binaan, Harganya Merakyat 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Kasus Jual Beli Lahan Bong Mojo Solo, Sudah 12 Saksi Diperiksa Polisi 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Kerap Temukan Pelanggaran Netralitas ASN, Ini Upaya Bawaslu Klaten 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Jembatan Mojo Solo Direhab, Pilihannya Macet atau Memutar Sejauh 8 Km 2 jam yang lalu