Wabah Corona, Banyak Bus Wonogiri-Jakarta Berhenti Beroperasi
Puluhan bus (AKAP) jurusan Wonogiri-Jabodetabek diparkir di Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri, Senin (6/4/2020). (Solopos-M. Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI — Perusahaan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dengan trayek Wonogiri-Jakarta atau Jabodetabek dan sebaliknya berhenti beroperasi. Mereka mengalami penurunan pendapatan karena anjloknya jumlah penumpang.

Penurunan jumlah penumpang mulai dirasakan oleh perusahaan otobus sejak 1 April 2020. Sebelumnya, pada Maret 2020 terjadi peningkatan penumpang karena perantau banyak yang pulang kampung ke Wonogiri.

Di Terminal Giri Adipura Wonogiri, puluhan bus AKAP trayek Wonogiri-Jakarta berjajar di terminal. Bus tersebut tidak beroperasi lantaran penumpang sepi.

6 April, Indonesia Catatkan Jumlah Kasus Baru Positif Corona Tertinggi

Staf operasional PO Agra Mas, Utut Saptyo Wibowo, mengatakan penumpang bus Wonogiri-Jakarta anjlok seiring pandemi Covid-19. Kondisi ini berimbas pada penurunan pendapatan perusahaan.

Biasanya, PO Agra Mas memberangkatan 35 bus setiap hari dari Wonogiri ke wilayah Jabodetabek, begitu juga rute sebaliknya. Sejak akhir Maret 2020, banyak bus Agra Mas untuk Wonogiri-Jakarta yang berhenti beroperasi.

PSBB Jakarta Belum Disetujui, Menkes Terawan Bantah Halangi Pemda

Bahkan sejak lima hari terakhir, jumlah armada yang beoperasi hanya tujuh bus. Dari tujuh bus yang beroperasi tersebut penumpang tidak penuh. Biasanya, dari 35 bus yang beroperasi penumpang hampir penuh.

Menghadapi kondisi tersebut, PO Agra Mas menjadwal crew, baik sopir maupun kernet untuk masuk secara bergantian. “Crew kami ada yang takut dengan Covid-19, sehingga memutuskan untuk tidak berangkat. Ada juga crew yang berfikiran jika di rumah saja keluarga tidak bisa tercukupi, akhirnya mereka masuk,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Senin (6/4/2020).

Panduan Ibadah Ramadan dan Idulfitri: Tarawih di Rumah, Salat Id Ditiadakan

Ada beberapa sebab anjloknya jumlah penumpang bus Wonogiri-Jakarta yang berimbas banyaknya bus yang berhenti beroperasi. Salah satunya pembatasan tiket.

Pembatalan Tiket

Ia mengatakan akhir-akhir ini banyak penumpang dari wilayah Jabodetabek yang membatalkan pemberangkatan, padahal tiket sudah dipesan. Rata-rata alasan pembatalan yaitu pemberitahuan dari pengurus kampung bahwa pemudik yang baru datang tidak boleh keluar rumah selama 14 hari.

Padahal cuti yang diberikan perusahaan atau pabrik tidak melebihi 14 hari, sehingga mereka memutuskan untuk tidak pulang kampung Dia enggan berspekulasi terkait prediksi pemudik menjelang bulan Ramadhan dan lebaran.

Permohonan Status PSBB Jakarta Anies Baswedan Ditolak Menkes Terawan

“Saya tidak bisa mengira-ngira terkait julah penumpang saat lebaran nanti. Kami berharap pendemi Covid-19 bisa berakhir dan aktivitas kembali normal,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Devisi Marketing PO. Putra Mulya, Heri Prasetyo, mengatakan penurunan penumpang bus Putra Mulya hampir 90%. Biasanya bus mereka di rute Wonogiri-Jabodetabek dan sebaliknya sebanyak 15 buah, namun kini banyak yang berhenti beroperasi. Saat ini bus yang beroperasi hanya 2-3 buah.

“Kondisi ini tentunya memukul bagi perusahaan kami. Dua bus yang berangkat dari Jakarta hanya berisi 40-50 penumpang,” kata dia, Senin.

Seksolog Dr Naek L Tobing Meninggal Dunia Akibat Virus Corona

Pengurangan jumlah penumpang juga dirasakan oleh PO. Haryantyo. Staf Operasional PO. Haryanto, Yoyok, mengatakan jika biasanya bus Haryanto memberangkatkan 9 bus Wonogiri-Jakarta dan sebaliknya, sejak akhir Maret 2020 hanya 5 bus.

“Pemilik PO Haryanto, Haryanto, niatnya membantu warga yang ada diperantauan, kalau menghitung operasional tentu ada kerugian. Ia juga kasihan kepada warga yang terkena dampak pandemi Covid-19, mereka tidak bekerja dan mungkin kesulitan mendapat makan,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho